ZD Living Bukan Sembarang Kafe, Ada Galeri Seni dan Instagramable Banget!

Badung

Kafe ini tentu saja pas buat ngopi, tetapi juga cocok banget buat pecinta seni. Paket komplit itu ada di ZD Living.

Bagi traveler yang sedang berlibur ke Bali dan jalan-jalan ke daerah Badung, ada satu kafe yang wajib traveler kunjungi. Namanya ZD Living. Menawarkan sensasi ngopi cantik di kafe yang cantik pula.

Nggak cuma kafe biasa, ZD Living memiliki galeri seni yang memajang ratusan lukisan karya Zulham Damanik, pemilik dari ZD Living. Lukisan yang terpajang membuat kesan di kafe itu semakin cantik dan instagramable.

Fathur, manager ZD Living, menjelaskan bahwa konsep unik kafe ini terlahir dari ide Zulham Damanik. Nama ZD berasal dari singkatan Zulham Damanik dan kata living diharapkan agar pengunjung ZD Living bisa merasa berada di rumah sendiri.

“Owner ZD Living ini seniman, beliau pelukis. ZD Living ini berawal dari ZD Artworks yang menjual lukisan dan koleksi dari owner. Seiring berjalan ada masukan dari pembeli, kalau dibuka tempat ngopi mungkin enak. Akhirnya dibukalah ZD Living sebagai kafe sekaligus gallery seni,” kata Fathur.

ZD Living resmi dibuka mulai Februari 2021 dan kini sudah menjadi cafe favorit bagi pengunjung yang ingin ngopi di tempat yang unik dan instagramable.

“Ada cerita unik pengunjung, dia menunggu owner dateng untuk tau cerita dibalik lukisan yang ada. Setelah tau ceritanya, dia sampe beli lukisannya,” ujar Fathur.

ZD Living juga sip banget untuk traveler yang ingin melakukan kegiatan meeting, gathering, resepsi, dan ulang tahun. Fathur menyebut ZD Living sudah memiliki berbagai fasilitas yang mendukung kegiatan dalam kapasitas besar.

“Kami untuk kegiatan-kegiatan seperti itu tidak cash tempat dan listrik, hanya menetapkan minimum spend sebesar Rp 2 juta untuk 1 ruangan dengan kapasitas 40 orang,” kata Fathur.

Aktivitas di ZD Living

Terasa kurang lengkap jika traveler berkunjung ke ZD Living tapi tidak mengabadikan setiap sudut kafe yang estetik dan instagramable. Fathur menyebut banyak pengunjung yang datang untuk berfoto dan membuat konten. Ia pun menyediakan satu spot foto unik yang ada di dalam kafe.

“Banyak banget yang datang untuk buat konten dan rata-rata yang datang setelah pesan makan pasti keliling dulu foto-foto. Kita juga ada spot favorit, kita sediakan satu kursi yang di belakangnya berjejeran puluhan lukisan,” kata Fathur.

Tak jarang pengunjung datang untuk work from cafe dan menghabiskan waktu berjam-jam di ZD Living. Hal ini menjadi alasan kafe yang satu ini lebih ramai ketika weekday.

“Tamu-tamu di sini bisa sambil kerja berjam-jam di sini. Mereka mencari working space dan ZD Living menjadi tempat favorit. Nah makanya kita lebih ramai ketika weekdays daripada weekend,” kata dia.

Uniknya ZD Living selalu merubah tata letak dan memperbaharui lukisan di setiap sudut kafe. Walaupun traveler sudah pernah berkunjung ke ZD Living, namun akan merasa masuk ke dalam suasana baru ketika berkunjung lagi ke kafe yang satu ini.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Varian Menu ZD Living dan Harganya

Bagi traveler pecinta seni yang sedang berlibur di Badung dan ingin bersantap dengan konsep art, ZD Living adalah pilihan yang sip. Di kafe ini traveler bisa menyantap berbagai menu nusantara dan western sambil menikmati keindahan setiap lukisan di sudut kafe.

“Uniknya kita di sini, kita menggabungkan cita rasa nusantara dengan seni. Pengunjung di sini nggak cuma makan, tapi bisa menikmati seni,” katanya.

Menu makanan di ZD Living terdiri dari banyak pilihan, mulai dari light food, soup & salad, main course, dessert, noodles, menu vegetables, dan side dishes. Fathur menyebut menu arsik gurame Medan dan iga bakar menjadi menu andalan dari ZD Living yang wajib traveler cicipi.

Dari menu minuman, ZD Living menawarkan berbagai jenis menu, seperti tea, milk drinks, coffee, milkshakes, side drinks, fresh juices, mocktail, soft drinks, dan beers. Rekomendasi menu andalan yang wajib traveler cicipi adalah ZD Sunrise.

“ZD Sunrise itu signature kita. Itu menu mocktail tanpa alkohol sama sekali. ZD Sunrise itu adalah campuran dari buah-buahan, jadi segar banget,” katanya.

Untuk mencicipi menu dari ZD Living tak akan membuat kantong traveler bolong. Mulai dari Rp 15 ribu, traveler sudah bisa mendapatkan minuman. Sementara untuk harga makanan dibanderol mulai dari Rp 30 ribu.

Lokasi dan Jam Operasional ZD Living

ZD Living berlokasi di Jalan Persada II Banjar Pengipian No.6, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Akses menuju ke kafe sangat mudah dijangkau dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Jika traveler berangkat dari Denpasar, jarak tempuhnya sekitar 5 kilometer dengan waktu perjalanan sekitar 20 menit.

ZD Living buka setiap hari mulai pukul 10.00 – 24.00 WITA. Setiap harinya ZD Living bisa dikunjungi oleh 300 hingga 400 pengunjung dengan kapasitas 250 orang.

Bagi traveler yang ingin berkunjung ke ZD Living dan nggak mau kehabisan tempat bisa melakukan reservasi melalui akun Instagram @zdliving.

Bagi traveler pecinta seni yang ingin bersantap cantik, ZD Living menjadi kafe sip yang wajib traveler kunjungi. Banyak spot estetik dan instagramable yang siap menyambut traveler.

Simak Video “Kopi Rumahan, Kafe Jadul 90an di Denpasar”[Gambas:Video 20detik](fem/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *