Viral Youtuber Jerman Tuding Tempat Wisata di Bali Siksa Lumba-lumba

Denpasar

Viral YouTuber dari Jerman menuding sebuah tempat wisata di Bali melakukan penyiksaan terhadap lumba-lumba.

Youtuber bernama Robert Marc Lehman itu mengunggah sebuah video atraksi lumba-lumba di Bali Exotic Marine Park, Kota Denpasar. Lehman menilai lumba-lumba di tempat wisata itu mengalami penyiksaan.

Ia kemudian melakukan protes keras kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin setelah video YouTube itu viral.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polda Bali langsung turun tangan melakukan penyelidikan setelah berkoordinasi dengan Atase Kepolisian (Atpol) Berlin.

“Kapolda Bali telah memerintahkan Ditpolairud untuk langsung melakukan pengecekan ke lapangan,” kata Kabid Humas Polda Bali Kombes Jansen Avitus Panjaitan dalam keterangannya, Rabu (6/12).

Polda Bali telah mendatangi Bali Exotic Marine Park pada Selasa (5/12) sekitar pukul 10.00 Wita. Ditpolairud Polda Bali bertemu dengan Bussiness Development PT Taman Benoa Bali Exotic Marine Park Nanda Ria Safitri, dokter PT. Taman Benoa Eksotik Ida Bagus Nararya Primastana dan Direktur PT Taman Benoa Exotic Ida Bagus Putu Agastya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, Bali Exotic Marine Park memiliki 9 ekor lumba-lumba. Lima lumba-lumba merupakan titipan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan empat lumba-lumba merupakan hibah dari lembaga konservasi PT Wersut Seguni Indonesia di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng).

BKSDA sebenarnya menitipkan tujuh ekor lumba-lumba, namun dua ekor lumba-lumba itu telah mati.

“Rencana tindak lanjut, penyelidik dari Ditpolairud Polda Bali akan melakukan interogasi terhadap saksi-saksi lainnya, melakukan analisa labfor terhadap air dan satwa, juga memeriksa ahli dari BKSDA,” ungkap Jansen.

Bali Exotic Marine Park Belum Beri Tanggapan

Sementara itu, pihak Bali Exotic Marine Park belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penyiksaan lumba-lumba yang dituduhkan oleh Youtuber Jerman itu.

“Pihak manajemen sedang tidak ada,” kata salah satu satpam Bali Exotic Marine Park ketika ditanya oleh Tim detikBali, Kamis (7/12) kemarin.

Satpam lainnya menyarankan Tim detikBali meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi. Mereka berjanji menyampaikan nomor telepon tersebut kepada pihak manajemen.

Tim detikBali juga berupaya meminta klarifikasi dengan mengirimkan pesan langsung melalui Instagram Bali Exotic Marine Park, @balimarinepark.

Hingga berita ini ditayangkan, akun Instagram tersebut baru meminta data diri Tim detikBali untuk dihubungkan dengan pihak pengelola.

—–

Artikel ini telah naik di detikBali, bisa dibaca di sini dan di sini.

Simak Video “Tragis! Ratusan Lumba-lumba Sungai Amazon Mati Kepanasan”[Gambas:Video 20detik](wsw/wsw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *