Tren Kunjungan Situs Zenius, Startup yang Tutup Setelah 20 Tahun Beroperasi

Tren Kunjungan Situs Zenius (September-November 2023)

A Font Kecil
A Font Sedang
A Font Besar

Zenius, startup pendidikan, tutup sementara setelah 20 tahun beroperasi. Kabar ini berhembus kencang di media sosial, setelah akun informasi tentang startup, Ecommurz, mengunggah tangkapan layar atau screenshot siaran pers penutupan Zenius.

Melansir Katadata, dalam siaran pers tersebut Zenius disebut menghadapi masalah operasional. Zenius lantas mengambil langkah strategis untuk menghentikan operasional sementara. Namun, Zenius menjamin bahwa pihaknya tetap akan berkarya untuk Indonesia.

“[Kami] tetap menjamin bahwa kami tidak akan berhenti untuk berusaha menjalankan dan mewujudkan visi untuk merangkai Indonesia yang cerdas, cerah, asik,” tulis Zenius.

Tim Komunikasi Zenius membenarkan isi siaran pers tersebut.

Startup yang berdiri sejak 2004 tersebut dikabarkan memang pernah melalui tahap diskusi untuk menjual perusahaan pada pertengahan tahun lalu.

DealStreetAsia pertama kali melaporkan kabar tersebut. Tiga sumber mengatakan, perusahaan berdiskusi dengan salah satu pusat bimbingan belajar lokal yang juga memiliki platform pendidikan.

Katadata mengonfirmasi kabar itu kepada Zenius. “Mohon maaf, tapi saat ini kami tidak bisa mengonfirmasi hal tersebut,” kata Zenius kepada Katadata dalam keterangan tertulis, Rabu (28/6/2023).

Zenius bahkan pernah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap karyawan. PHK dilakukan sebanyak tiga kali sejak 2022.

Padahal, Zenius sempat mendapatkan kucuran modal lebih dari US$40 juta atau Rp576 miliar pada awal 2022. Investasi ini didapat dari MDI Ventures, Northstar Group, Alpha JWC, Openspace Ventures, hingga Beacon Venture Capital.

Seturut itu, Zenius mengakuisisi lembaga pendidikan luar sekolah, Primagama. Akusisi ini bertujuan memperkuat ekosistem teknologi pendidikan.

Di samping itu, bagaimana antusiasme pengguna layanan education technology (edutech) tersebut?

Mengambil data Similiarweb, kunjungan ke situs Zenius.net tercatat sebesar 3,7 juta kunjungan pada September 2023.

Kemudian meningkat 694,2 ribu kunjungan menjadi 4,4 juta kunjungan pada Oktober 2023. Sayangnya, pada November 2023 kunjungan turun 237,2 ribu sehingga menjadi 4,1 juta kunjungan.

Zenius menempati urutan ke-12 dengan kunjungan situs kategori science and education tertinggi di Tanah Air. Angka kunjungan situs Zenius memang lebih tinggi dari laman edutech Akupintar.id yang sebanyak 1,7 juta kunjungan atau setara dengan Quipper.com sebesar 4,1 juta kunjungan pada November 2023.

Namun bila dibandingkan laman edutech kenamaan lainnya kalah jauh, seperti Brainly.co.id sebesar 43,8 juta kunjungan dan Ruangguru.com sebesar 21,9 juta kunjungan pada November 2023.

Data Similiarweb juga menunjukkan, pengunjung Zenius lebih banyak dari Indonesia (98,84%), disusul Australia (0,47%), Malaysia (0,23%), Amerika Serikat (0,09%), dan Belanda (0,07%).

(Baca juga: Survei: Ruangguru Startup Edukasi Paling Populer di Indonesia)

Editor :
Erlina F. Santika

Data Terkait
Data Stories Terkini
Data Populer

Lihat Semua

Databoks Indonesia (@databoks.id)

Portal data ekonomi dan bisnis. Bagian dari Katadata
Indonesia.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *