Tragedi 3 Harimau Mati di Medan Zoo, Manajemen Kacau?

Jakarta

Kasus kematian harimau sumatera di Medan Zoo kayaknya puncak gunung es dari sederet permasalahan. Medan Zoo harus memperbaiki manajemen dengan cepat.

Bukan hanya satu, tetapi tiga harimau mati di Medan Zoo. Peristiwa tragis itu menguak tabir permasalahan yang dialami kebun binatang legendaris di Medan itu.

Setelah kasus itu viral, beberapa masalah besar lain di Medan Zoo terungkap. Di antaranya, buruknya fasilitas, kandang tak terawat, hewan-hewan yang sakit, hingga upah pegawai dan pakan nunggak.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sekjen Perhimpunan Kebun Binatang se-Indonesia (PKBSI), Tony Sumampau, menyebut mengelola kebun binatang itu tidak mudah. Berbagai aspek mulai dari aspek kepada pengunjung juga satwa mesti diperhatikan.

“Saat ini dikelola oleh Perusahaan Umum Daerah, memang kondisinya saya harus jujur bahwa mengelola kebun binatang itu harus professional ya, harus betul-betul yang mengerti tentang perilaku satwa, itu yang sedikit kurang di Medan Zoo,” kata Tony saat dihubungi detikTravel, Minggu (20/1/2024).

Menurutnya, para pengelola di kebun binatang haruslah memiliki jiwa peduli terhadap hewan. Selain itu, petugas dalam hal kualitas dan kuantitas pun harus dipenuhi secara profesional.

“Jadi ketekunan untuk merawat satwanya juga, harus memiliki para perawat atau keeper yang menjaga hewan-hewan. Head keeper, kurator, yang mempunyai jiwa menyayangi satwa-satwa yang dirawat. Sehingga mereka menjalin hubungan yang baik dan tidak lagi nanti ada kurang pakan atau akibatnya malnutrisi kepada hewan-hewan kita, kan kasihan mereka,” dia menambahkan.

Ia berujar peninjauan terhadap tata kelola manajemen juga telah disampaikan kepada Wali Kota Bobby Nasution pada pertemuan PKBSI dengan Bobby.

“Saya sampaikan itu juga (soal meninjau manajemen). Ya bukan berarti pegawai situ tidak bisa ya. Tapi pegawai situ yang terpilih yang punya hati untuk satwa itu, itu yang sangat penting. Sejauh itu profesional di bidangnya, mestinya bisa ya,” ujar dia.

Menurutnya, penting untuk pengelola atau petugas memiliki keandalan terhadap mengelola hewan. Para petugas mestinya paham terkait perilaku, kebutuhan, hingga keinginan satwa, hingga apa yang membuat satwa stres.

“Banyak lho di kebun binatang Medan itu satwanya yang single ya, nggak ada temannya, nggak ada pasangannya. Maka itu kan harus segera diisi, kalau nggak kan secara mental nanti mereka tertekan gitu ya,” kata dia.

Tony yang merupakan pendiri dari Taman Safari Indonesia juga menuturkan pengalamannya selama memperbaiki beberapa kebun binatang kurang terawat. Ia menyebut pihaknya berhasil memperbaiki kebun binatang yang kurang baik menjadi menarik.

“Saya kira kalau ada manajemen yang baik, pasti baik. Pengalaman saya di beberapa tempat, kebetulan saya sendiri dari Taman Safari, kita kan mencoba membangun hal-hal yang tadinya buruk. Kebun binatang Bandung, Solo, semua sudah menjadi baik. Sejauh pengelolaannya betul-betul profesional dan betul-betul demi kebun binatang lah, jangan kepentingan diri sendiri,” dia menyarankan.

Simak Video “Walkot Bobby Disentil Usai Harimau Mati di Medan Zoo”[Gambas:Video 20detik](wkn/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *