Terpopuler: Turis Video Call saat Helikopter Kecelakaan, Negara Tanpa Bandara

Jakarta

Sejumlah peristiwa seputar dunia traveling menjadi perhatian pembaca detikTravel dalam sepekan terakhir. Salah satunya tentang turis yang sempat melakukan video call saat helikopter yang ditumpanginya menabrak gedung.

Kemudian tentang turis yang diusir pemandu wisata dari bus gara-gara tidak membeli suvenir di sebuah tempat wisata di China.

Helikopter Tabrak Gedung, Turis Pasrah Video Call Ortu Ucapkan Selamat Tinggal

Sebuah video viral di media sosial yang menunjukkan kecelakaan helikopter di Kolombia. Baru saja lepas landas, helikopter langsung kehilangan kendali dan menukik.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Helikopter itu menabrak gedung bertingkat di Medellin. Beruntung, semua penumpang dan awak selamat dari kecelakaan itu. Francisco Salas (36), seorang turis yang tinggal di Texas menceritakan apa yang terjadi di dalam kabin saat helikopter berjenis Bell 206 itu berputar di udara. Salas bersama pacarnya, Luisa Osorio mengatakan bahwa mereka bersiap untuk mati. Pria itu mencoba melakukan video call pada orang tua.

“Saya membawa ponsel, saya melakukan panggilan video ke ibu dan ayah saya. Saya bahkan mengucapkan selamat tinggal kepada abang saya, itu adalah momen yang sangat serius,” kata Salas.

“Aku hanya ingin mengucapkan selamat tinggal, mengucapkan terima kasih kepada semuanya,” dia menambahkan.

Di sampingnya, ada dua penumpang wanita asal Kosta Rika bernama Sandi Villalobos Marin (34) dan Karen Rivera Picada (36). kemudian, warga Kolombia Luisa Fernanda Osorio dan Jaime Andres Echeverri, kopilot dari helikopter itu. Jaime mengalami patah kaki. Selain itu ada pilot, yang bernama Brian Michel Alvarez (32).

“Pesawat ini mulai berputar, berputar sangat cepat, dan kami berkata, ‘Kami akan mati di sini’,” kata mereka.

Pesawat jatuh dan menabrak sisi sebuah bangunan, lalu terjepit di antara struktur dan antena. Dalam video lain, pilot keluar dari helikopter dan berpegangan pada tangga yang dibawa oleh tim penyelamat.

Warga pun bergegas menuju lokasi kejadian dan membantu para korban kecelakaan. Departemen Pemadam Kebakaran Madellin menggunakan derek untuk mengeluarkan helikopter dari lokasi.

Tolak Beli Suvenir Batu Giok, Turis China Diusir Pemandu Wisata dari Bus

Turis keluarga asal China tengah liburan ke Kota Lijiang, Provinsi Yunnan selama Festival Musim Semi. Mereka kemudian diarahkan pemandu wisata menuju ke sebuah toko suvenir. Toko itu menjual batu-batu giok dengan harga mahal. Bukan main, gelang itu berharga Yuan 50.000 atau sekitar Rp 109 jutaan.

Turis China bernama Tian itu tahu bahwa kejadian ini kerap terjadi dan anggota rombongan lain telah dipaksa untuk melakukan hal yang sama. Pemandu wisata yang memaksanya tak gentar, Tian terus dibujuk sampai diancam. Namun, Tian tidak menghiraukan hal tersebut.

Tiba saatnya untuk pulang, Tian sekeluarga diminta turun dari bus. Mereka diminta untuk naik bus lain karena tidak membeli suvenir dari toko batu giok itu.

Tian tidak habis akal, ia kemudian melaporkan hal ini pada otoritas pariwisata setempat. Pejabat kemudian melakukan penyelidikan. Pada tanggal 18 Februari, pemandu wisata itu ditangkap. Ia didenda sebanyak Yuan 20.000 dan diskros selama 3 bulan.

Gibran: SE Tak Makan Daging Anjing Akan Dikaji Secara Akademis

Langkah selanjutnya yang dilakukan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka terkait surat edaran (SE) larangan konsumsi daging anjing yaitu mengkajinya secara akademis. Hal itu dilakukan lantaran terkait pelarangan daging anjing belum ada acuan untuk membuat peraturan daerah (perda).

“Kemarin baru kita tanda tangani SE daging anjing itu, itu sedang kita follow up dengan kajian akademis. (Belum ada UU DPR untuk perda) Ya makanya kami bikin kajian akademisnya dulu,” katanya.

Menurutnya, kajian akademis itu agar para pedagang bisa melanjutkan usahanya di bidang lain. Gibran mengaku memang ada usulan untuk membuat perda soal larangan konsumsi daging anjing ini.

“Yang penting kalau kami bukan masalah jadi perda atau apa yang penting para pedagangnya bisa melanjutkan usahanya di bidang lain. Perda ya itu usulan dari teman-teman,” ungkapnya.

Selama ini, para pedagang sangat kooperatif usai surat edaran diteken. Gibran juga mengatakan bahwa komunitas dog meet free Indonesia mengumpulkan CSR untuk modal pedagang.

“Saya rasa kalau para pedagang sangat kooperatif, apalagi misalnya dari komunitas dari DMFI sendiri mereka inisiatif mengumpulkan CSR untuk nanti menjadi modal para pedagang. Kalau dari kami surat edaran terus kami lanjut dengan kajian akademis,” jelasnya.

Viral Orang Berkolor Duduk di Pegangan Travelator, Netizen Jijik!

Entah apa yang dipikirkan orang ini hingga viral dengan cara yang menjijikkan. Dia hanya mengenakan kolor dan crop top di keramaian.Dilansir dari mothership, Selasa (27/2/2024) foto-foto orang berulah aneh itu dibagikan di Facebook pada tanggal 24 Februari lalu. Peristiwa itu terjadi di gerai supermarket FairPrice di Bukit Merah Central, Singapura. Supermarket itu merupakan salah satu tempat berbelanja favorit wisatawan, karena harga barang yang ditawarkan murah.

Pria berkolor hitam duduk di pegangan travelator Foto: (Tiagong/Facebook)

Terlihat sosok menyerupai pria di foto itu. Dia mengenakan celana pendek, lebih tepatnya seperti celana dalam berwarna hitam dengan crop top senada. Dia duduk menjepit pegangan travelator. Ulahnya pastinya langsung dikomentari netizen.

Kisah Negara Tak Punya Bandara, tapi Dikunjungi Jutaan Turis Setiap Tahunnya

San Marino Foto: Getty Images/iStockphoto

San Marino yang terletak dekat dengan Vatikan City, merupakan salah satu negara tertua di dunia. Negara yang berbatasan langsung dengan Italia ini tidak memiliki bandara.

Namun tidak memiliki bandara ternyata bukan menjadi halangan bagi San Marino untuk didatangi jutaan wisatawan mancanegara setiap tahunnya. San Marino memiliki ciri geografis yang lebih datar, ternyata dihubungkan oleh jaringan jalan raya yang luas. Hal ini memungkinkan warga San Marino untuk melakukan perjalanan ke berbagai wilayah di Italia.

Bandara terdekat dari San Marino ada di kota Rimini, Italia. Meskipun kota kecil, Rimini merupakan titik transit penting bagi penduduk asli dan juga wisatawan yang mengunjungi San Marino.

Untuk bisa mencapai San Marino, wisatawan mancanegara juga bisa datang melalui sejumlah bandara di Italia seperti Bologna, Florence, Venesia, dan Pisa.

Simak Video “Persiapan Terbang Dengan Paragliding di Timbis Flying Site Bali”[Gambas:Video 20detik](ddn/ddn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *