Tentang 3 Blok Utama Puri Agung Karangasem, Peninggalan Kerajaan Karangasem

Karangasem

Puri Agung Karangasem merupakan bangunan peninggalan Kerajaan Karangasem. Puri ini memiliki tiga bagian utama, apa saja ya?

Anak Agung Made Kosalia, ketua badan pengelola Puri Agung Karangasem, menjelaskan Puri Agung Karangasem merupakan istana peninggalan Kerajaan Karangasem yang memiliki arsitektur bangunan yang unik dan ikonik.

“Istana peninggalan Kerajaan Karangasem ini memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dari puri lainnya, di Puri Karangasem ini arsitekturnya memadukan tiga budaya, yaitu budaya China, Eropa, dan Bali,” ujarnya.

Tak hanya ikonik, bangunan yang ada di Puri Agung Karangasem ternyata memiliki fungsi yang berbeda-beda, loh.

Istana ini memiliki tiga bagian utama. Jika berkunjung ke Puri Agung Karangasem, tamu akan diterima pada bagian pertama, yang dinamakan “Bencingah” berfungsi sebagai ruang tunggu. Di sini tempat para tamu undangan menunggu giliran mereka untuk menghadap sang raja.

Traveler akan masuk melalui gerbang utama yang dibangun dengan gaya arsitektur stupa atau pagoda. Masuk ke bagian kedua, terdapat pohon leci tua, disebut “Jaba Tengah”, di sana traveler bisa melihat sebuah taman kecil.

Berlanjut ke bagian ketiga atau bagian utama dari Puri Agung Karangasem. Pada bagian ini terdapat beberapa bangunan.

Bangunan pertama bernama Maskerdam, bangunan ini biasanya digunakan oleh Raja untuk menerima tamu istimewa kerjaaan. Nama “Maskerdam” menyatakan bagaimana keistimewaan hubungan dekat dan persahabatan kerajaan Karangasem dengan kerajaan Belanda, yang pada waktu itu ibukotanya bernama “Amsterdam”.

Hubungan dekat dengan kerajaan-kerajaan di Eropa juga terbukti pada penamaan bangunan yang terletak di sebelah utara Maskerdam dengan sebutan London, yang berfungsi pada waktu itu sebagai dapur istana raja. Dengan konsep yang unik, Maskerdam adalah spot foto yang tak boleh traveler lewatkan.

Dari Jaba Tengah traveler bisa melihat kolam besar, yang mana di tengahnya terdapat bangunan yang disebut Balai Kambang atau Balai Gili. Bangunan ini sering digunakan untuk pertemuan oleh keluarga besar kerajaan, seperti pertemuan penting, jamuan makan tradisional, pertunjukan tari Bali yang diiringi oleh gamelan kerajaan puri, juga sebagai tempat berlatih para penabuh gamelan.

“Pada jembatan itu banyak terpasang loster dari porselin atau keramik China, jadi ada unsur China yang kental. Pada zaman dulu ini berfungsi sebagai tempat paruman dan pengadilan,” kata Kosalia.

Di depan Maskerdam terdapat dua bale, pertama ada Bale Pemandesan yang berfungsi untuk bermacam-macam upacara, seperti “odalan” (hari raya), upacara potong gigi, dan upacara pelebon (kremasi).

Di sebelah barat Bale Pemandesan terdapat Bale Pawedaan. Di bale ini traveler bisa menemukan berbagai unsur China. “Di dalam Bale Pawedaan ini terdapat unsur China di pagar kayunya,” ujar Kosalia.

Di sebelah selatan kolam berdiri bangunan tertua bernama Balai Wreda Stana. Bangunan ini, sebagaimana Maskerdam juga, dibangun oleh para ahli bangunan dari Tiongkok dengan gaya arsitektur China yang dapat terlihat pada pintu dan jendelanya lengkap dengan patung dan lukisan.

Jika traveler berjalan lanjut ke arah timur dari Maskerdam, maka traveler akan mendapati Balai Ekalanga atau rumah kebahagiaan yang merupakan rumah pernikahan keluarga kerajaan dan masih difungsikan untuk itu sampai sekarang.

Dengan konsep bangunan yang unik dan ikonik, traveler tak akan bosan untuk menjelajah di Puri Agung Karangasem. Bagi traveler yang suka sejarah dan mencari destinasi dengan spot foto instagramable, tak boleh kelewatan untuk berkunjung ke Puri Agung Karangasem.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak Video “Daya Tarik Puri Agung Karangasem Bali yang Istimewa”[Gambas:Video 20detik](fem/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *