Stupa Boudhanath yang Paling Besar di Nepal, Apa Keistimewaannya?

Jakarta

Stupa Boudhanath adalah salah stupa terbesar si Nepal. Destinasi ini dibangun sekitar tahun 600 masehi ketika raja Tibet, Songtsen Gampo, masuk agama Buddha.

Selama berabad-abad, pedagang Tibet beristirahat dan berdoa di Boudhanath karena lokasinya memang terletak di jalur perdagangan kuno dari Tibet yang memasuki lembah Kathmandu.

Pagi itu saya berkesempatan mengikuti langkah para pemeluk agama Buddha Tibet yang melakukan ritual agamanya dengan mengelilingi Stupa. Mereka berjalan searah jarum jam sambil memutar roda-roda doa.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengenai rute perjalanan yang harus searah jarum jam ini membuat pengalaman menggunakan Google Map di lokasi ini menjadi unik. Meskipun lokasi yang dituju hanya berjarak beberapa meter saja tetapi bila berlawanan dengan arah jarum jam, maka aplikasi itu akan mengarahkan rutenya mengitari stupa searah jarum jam.

Sehingga, keadaan itu mengubah jaraknya menjadi ratusan meter.

Stupa Boudhanath sendiri memiliki arsitektur yang sangat cantik dengan kubah berwarna putih dan menara berlapis emas yang dilukis dengan mata sang Buddha yang melihat segalanya.

Ribuan burung dara bebas beterbangan di sana dan aroma dupa meruap di sekelilingnya menghadirkan suasana damai sekaligus penuh misteri. Tak heran bila lokasi ini menjadi salah satu tujuan wisata utama di Nepal.

Selain untuk berdoa dan bermeditasi, Boudhanath juga merupakan surga belanja souvenir khas Nepal karena banyaknya toko souvenir dan money changer di sekeliling stupa.

Selain toko-toko yang menjual kebutuhan untuk ibadah, di sekeliling stupa juga banyak kafe dan restoran. Bahkan ada juga kuil untuk agama Hindu di lokasi ini.

Pedestrian yang lapang membuat para pengunjung bebas bergerak untuk mengeksplorasi tempat yang unik ini sekaligus berinteraksi dengan penduduk lokal yang ramah.

(msl/msl) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *