Setiap Terbang ke Kanada, Awak Kabin Maskapai Ini Selalu Hilang, Kok Bisa?

Toronto

Awak kabin maskapai Pakistan International Airlines kembali menghilang di Kanada. Setelah mendarat, mereka tidak pernah melapor kembali ke maskapai dan menghilang. Ada apa gerangan?

Mengutip Simple Flying, hal ini bukanlah peristiwa baru karena awak Pakistan International Airlines (PIA) telah meninggalkan pos mereka di luar negeri setidaknya sejak tahun 2019. Namun kian menjadi-jadi akhir-akhir ini.

Pada 19 Januari 2024 lalu, Pakistan Airlines International (PIA) penerbangan PK781 berangkat dari Bandara Internasional Islamabad (ISB) pada pukul 16:21, menuju Toronto, Kanada.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penerbangan tersebut menggunakan pesawat Boeing 777-200LR tahun 2005, registrasi AP-BGY dan MSN 33781. Data pelacakan dari Flightradar24 menunjukkan pesawat mendarat di Bandara Internasional Toronto Pearson (YYZ) pada pukul 19:47.

Menurut The Media Line, ada salah satu awak kabin bernama Faiza Mukhtar, yang dijadwalkan kembali ke Pakistan keesokan harinya dengan PK784 ke Karachi Jinnah International (KHI). Namun dilaporkan oleh Juru bicara PIA Abdullah Hafeez Khan bahwa Faiza Mukhtar “tidak naik ke pesawat dan menghilang.”

Hal ini menjadi tren di PIA, karena pada tahun 2023, setidaknya tujuh awak kabin maskapai tersebut menghilang setelah mendarat di Kanada dalam penerbangan tugas mereka.

Khan membenarkan bahwa pada akhir Desember, Syed Ali Abbas dan Farkhanda Shaheen, dua awak kabin dalam penerbangan PIA dari Lahore Allama International (LHE) yang tiba di Toronto, juga tidak melapor untuk penerbangan berikutnya.

Sebelumnya pada bulan Desember, Ayaz Qureshi tidak masuk tugas setelah tiba di Toronto dari Lahore, sementara pada bulan November, Khalid Afridi dan Fida Hussain Shah juga hilang segera setelah tiba di Toronto dari Islamabad. Laporan itu menambahkan bahwa beberapa orang lainnya juga menyelinap ke Kanada pada bulan-bulan sebelumnya.

Penyebab Menghilangnya Awak Kabin PIA

Tampaknya ada beberapa perkiraan mengenai motivasi para awak kabin meninggalkan jabatan mereka, dengan satu teori yang menyatakan bahwa gaji awak kabin yang rendah dan ketakutan akan masa depan mereka akibat privatisasi yang diharapkan oleh maskapai penerbangan adalah penyebab utamanya.

Sementara PIA sendiri menyalahkan kebijakan suaka Kanada yang dianggap relatif liberal dan Khan mengatakan bahwa “awak kapal yang mencari suaka adalah hal yang umum di Asia Selatan dan negara-negara berkembang lainnya, oleh karena itu situasi ini tidak hanya terjadi di PIA.”

“Ini bukan kesalahan kami (di pihak maskapai penerbangan) karena kami telah berusaha melakukan upaya seketat mungkin untuk membatasi hal tersebut. Namun, undang-undang Kanada sangat liberal sehingga tindakan tersebut menjadi kontra-efektif. Di sisi lain, kami sekarang mencari beberapa tindakan hukum terhadap para pelaku, yang melibatkan lembaga penegak hukum,” ujar Khan.

Simak Video “Iran-Pakistan Saling Serang Pakai Rudal, China Siap Jadi Penengah”[Gambas:Video 20detik](ddn/wsw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *