Selain Indonesia, Penanganan Buruk Alat Band juga Terjadi di Bandara Australia

Jakarta

Maskapai utama Australia dikecam. Itu karena penanganan buruk alat musik dari sebuah band terkenal. Bagasinya dilempar-lempar.

Dilansir Daily Mail, Senin (4/12/2023), maskapai Australia yang dikecam itu adalah Qantas. Pengalaman tidak menyenangkan itu dialami oleh Chimers, sebuah band dari Wollongong di pantai selatan New South Wales (NSW). Merekalah yang merekam perlakuan ceroboh terhadap bagasi mereka sebelum mereka naik ke pesawat pada hari Rabu.

Dalam perjalanan menuju Melbourne untuk konser, band rock itu merekam momen mengerikan saat alat musik mereka diperlakukan secara sembrono oleh para petugas.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Video yang diposting ke halaman Instagram grup itu menunjukkan salah satu petugas bagasi melemparkan beberapa kotak gitar ke sebuah gerobak yang diparkir di depan ban berjalan.

Seorang petugas bagasi pria melemparkan apa yang tampak seperti troli kecil dengan ransel ke dalam alat pengangkut itu.

Sementara itu, seorang pria lain terlihat secara kasar memuat gitar ke ban berjalan. Dan, band ini sangat terkejut dengan cara penanganan peralatan mereka oleh kedua orang tersebut.

“Datang di Melbourne yang panas!” demikian judul video tersebut di media sosial mereka.

“BTW (ngomong-ngomong) kami baru mulai mengambil video setelah mereka meluncurkan kotak snare Binx dengan sangat keras hingga memantul dari ban berjalan ke tanah,” katanya.

Beberapa pengguna yang mengomentari postingan band tersebut mendesak mereka untuk mengajukan keluhan kepada Qantas.

“Saya harap Anda mengirimkan umpan balik kepada Qantas,” tulis seorang pengguna.

“Semoga Anda mengirimkan video ini dengan permintaan pengembalian dana penuh,” kata yang lain.

“Wow, sungguh luar biasa. Saya sangat bersemangat setelah melihat itu! Sangat f****ed,” katanya.

Penyanyi dan penulis lagu Chimers, Padraic Skehan, mengatakan kepada Daily Mail Australia bahwa pihak Qantas belum menghubungi band ini mengenai perlakuan terhadap alat musik mereka oleh petugas itu.

Terpisah, seorang juru bicara dari Qantas mengatakan kepada Daily Mail Australia bahwa salah satu petugas bagasi telah dibebastugaskan dari tugasnya selama penyelidikan atas insiden tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan perilaku petugas bagasi ini. Sangat tidak dapat diterima untuk menangani tas apapun dengan cara seperti ini, terutama alat musik,” kata juru bicara tersebut.

“Kami mengetahui insiden tersebut pada hari Rabu dan menyampaikannya kepada kontraktor penanganan darat kami, Swissport. Petugas bagasi tersebut telah dibebastugaskan dari pekerjaannya di penerbangan Qantas selama Swissport melakukan investigasi,” mereka menjelaskan.

“Kami telah menghubungi para anggota band untuk meminta maaf,” dia menambahkan.

Di Indonesia, band Soegi Bornean mengalami hal serupa. Bagasinya yang terdapat gitar cukup mahal mengalami kerusakan dalam sebuah penerbangan.

Simak Video “Daftar 20 Maskapai Teraman di Dunia pada 2023”[Gambas:Video 20detik](msl/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *