Sebut Angkor Wat Ada di Thailand, Tiktoker Vietnam Didenda Rp 4,6 Juta

Hanoi

Gara-gara menyebut Angkor Wat berada di Thailand, seorang Tiktoker asal Vietnam dijatuhi hukuman denda sebesar US$ 300 (setara Rp 4,6 jutaan).

Menurut laporan Lao Dong, sebuah media berbahasa Vietnam, tiktoker itu diketahui bernama Hua Quoc Anh, seorang penata rias dan pembuat konten berkebangsaan Vietnam.

Quoc Anh memiliki lebih dari 250.000 pengikut di Facebook dan lebih dari 700.000 pengikut di TikTok. Pria ini sering membagikan video perjalanan dan pemotretannya di luar negeri.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia membuat video TikTok dari sesi pemotretannya saat berada di Angkor Wat. Selama ini, Angkor Wat berlokasi di Siem Reap, kota terbesar kedua di Kamboja.

Namun, tiktoker itu malah menambahkan gambar bendera dan keluarga kerajaan Thailand pada video yang diunggah pada tanggal 4 November 2023 tersebut.

Tak cuma itu, dia juga mengucapkan “Halo, Thailand” yang terdengar jelas di dalam video yang kini sudah dihapus tersebut, menurut laporan media Lao Dong.

Otoritas penyiaran Vietnam pun mendakwa Quoc Anh karena memberikan “informasi palsu” dan “menghina reputasi organisasi, kehormatan dan martabat individu”. Video yang dibuat Quoc Anh dinilai sengaja memalsukan informasi untuk jadi clickbait, sehingga mendapat banyak keberatan dari komunitas online.

Oleh pengadilan Vietnam, dia pun didenda 7,5 juta Dong atau sekitar US$300. Jika dirupiahkan, nominalnya sekitar Rp 4,6 jutaan. Quoc Anh juga dianggap tidak menghormati budaya dan kedaulatan nasional negara-negara tetangga.

Pemerintah Vietnam mengatakan, Quoc Anh diwajibkan untuk mematuhi peraturan hukum yang berlaku saat menggunakan internet. Dia juga harus menggunakan internet dengan cara yang bertanggung jawab dan beradab.

Sementara itu, Wakil Direktur Human Rights Watch untuk Asia, Phil Robertson mengatakan, hukuman denda yang dijatuhkan kepada Quoc Anh sangatlah konyol.

“Tidak ada yang benar-benar percaya bahwa Siem Reap adalah milik Thailand. Jadi langkah yang tepat adalah menertawakan ketidaktahuan influencer sosial ini daripada menggunakan hukuman pidana,” ucap Robertson, seperti dikutip dari media Nikkei yang berbasis di Jepang.

Simak Video “Inspirasi di Balik Konten TikToker Abah Didi: Sinetron Azab hingga Gen Z”[Gambas:Video 20detik](wsw/wsw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *