Rebalancing IDX High Dividen 20 Tuai Sorotan! 2 Emiten Prajogo Masuk

Jakarta, CNBC Indonesia – Pelaku pasar menyoroti konstituen saham baru hasil rebalancing IDX High Dividen 20 yang terpantau tak memberikan imbal hasil dividen tinggi. Ini termasuk saham afiliasi Prajogo Pangestu yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).

Baru-baru ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan perubahan atau rebalancing mayor terhadap indeks yang menampung sejumlah emiten paling rutin bagi dividen atau sering disebut IDX High Dividen 20.

Ketika diluncurkan, BEI menilai IDX High Dividen 20 merupakan salah satu indeks yang bertujuan memudahkan investor, terutama bagi pemula yang ingin masuk ke pasar modal dengan preferensi lebih spesifik dari IHSG atau LQ45.

Syarat pemilihan konstituen IDX High Dividen 20 biasanya didasarkan pada emiten yang secara rutin membagikan dividen paling tidak selama tiga tahun terakhir. Serta, mempertimbangkan kriteria likuiditas yang baik disertai kapitalisasi pasar emiten.

Indeks ini biasanya juga terkenal membagikan dividen dengan imbal hasil tinggi. Namun, untuk rebalancing kali ini berbeda cerita karena konstituen baru yang masuk malah secara rata-rata membagikan dividen dengan yield relatif kecil, bahkan ada yang kurang dari 0,5%.

Berdasarkan data BEI, ada tujuh penghuni baru yakni PT Barito Pacific Tbk. (BRPT), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk. (INKP), PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF), PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR).

Dua emiten yang masuk dimiliki Prajogo Pangestu yakni BRPT dan TPIA.

Ketujuh emiten pendatang baru tersebut mendapat sorotan pelaku pasar. Hanya SMGR yang mencetak imbal hasil dividen tertinggi pada 2023 lalu hingga kisaran 4%.

Kemudian disusul UNVR dengan yield 3,69%, KLBF sebesar 1,78%, dan ICBP sebesar 1,65%. Adapun tiga emiten lain yakni INKP, BRPT, dan TPIA malah menawarkan dividen yield kurang dari 1%.

Adapun tujuh anggota baru di atas menggantikan tujuh anggota lama atau yang terdepak dari hasil kocok ulang IDX High Dividen 20 yakni PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk. (BJBR), PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (BJTM), PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA), PT Baramulti Suksessarana Tbk. (BSSR), PT Hexindo Adiperkasa Tbk. (HEXA), PT H.M Sampoerna Tbk. (HMSP) dan PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk. (MPMX)

Apabila ditelisik lebih jauh, sebenarnya tujuh emiten yang tergusur dari IDX High Dividen 20 tersebut punya yield dividen jauh lebih besar. Sebut saja ada BSSR yang pada tahun lalu bisa berikan imbal hasil dari dividen mencapai 20%.

Kemudian diikuti MPMX dan HEXA yang tak kalah menawarkan yield dua digit, masing-masing 12,22% dan 11,60%. Selengkapnya pada tabel berikut :

Melihat data di atas, bisa disimpulkan bahwa tujuh saham yang terdepak bisa menawarkan dividen tinggi, ini malah kontras dengan tujuh saham penghuni baru dengan yield kecil.

Jadi, bisa dibilang hasil kocok ulang indeks high dividen 20 tak selalu merepresentasikan saham yang punya dividen tinggi di bursa. Cukup wajar jika ini menuai sorotan pelaku pasar. Sebagai catatan, periode efektif perubahan hasil rebalancing berlaku sejak 5 Februari 2024 hingga 4 Februari 2025.

CNBC INDONESIA RESEARCH

(tsn/tsn)[Gambas:Video CNBC] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *