Puskesmas Dibangun di Pulau Komodo, Turis Tergigit Bisa Segera Diobati

Manggarai Barat

Saat ini, Pemkab Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) membangun puskesmas di Pulau Komodo. Pembangunan puskesmas itu sudah hampir rampung.

Salah satu tujuan dibangunnya puskesmas, untuk memberikan pertolongan pertama terhadap korban gigitan Komodo. Wisatawan dan warga yang mengalami kecelakaan atau gangguan kesehatan lainnya di kawasan TN Komodo juga dapat dibawa ke puskesmas tersebut.

“Tujuan (pembangunan puskesmas di Pulau Komodo) kalau terjadi misalnya ada gigitan hewan komodo kepada orang di Loh Liang (habitat komodo di Pulau Komodo) bisa segera ditangani di puskesmas,” kata Wakil Bupati Manggarai Barat Yulianus Weng di Labuan Bajo, Sabtu (27/1/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Kedua, misal ada kecelakaan katakanlah orang lagi diving atau apa, sedang naik ke puncak Pulau Padar ada kejadian, segera ditangani di puskesmas,” lanjut Weng.

Ia mengatakan puskesmas di Pulau Komodo akan menjadi fasilitas kesehatan (faskes) pertama untuk penanganan kepada wisatawan yang menjadi korban gigitan komodo maupun gangguan lainnya selama berwisata di TN Komodo. Pasien dalam kondisi darurat tetap dirujuk ke rumah sakit di Labuan Bajo.

“Penanganan pertama di puskesmas. Kalau nanti dia darurat barulah dia rujuk ke rumah sakit di Labuan Bajo,” kata Weng.

Korban gigitan komodo dan wisatawan yang mengalami kecelakaan atau gangguan kesehatan seperti serangan jantung, sesak nafas, dan lainnya selama ini langsung dievakuasi ke rumah sakit di Labuan Bajo. Perjalanan ke rumah sakit memerlukan waktu sekitar tiga jam.

Selama ini hanya tersedia Puskesmas Pembantu (Pustu) di Pulau Komodo. Pustu tersebut adalah satu-satunya faskes yang tersedia di TN Komodo.

Weng mengatakan puskesmas perlu dilengkapi dengan baik, seperti tenaga kesehatan (nakes), peralatan hingga obat-obatan. Obat untuk mengobati luka korban gigitan Komodo akan disediakan di Puskesmas tersebut. Sebab, puskesmas dibangun untuk memberi rasa aman dan nyaman kepada setiap orang mengunjungi TN Komodo, baik Pulau Komodo, Pulau Padar, dan sekitarnya.

“Pertama, tenaga kesehatan, mesti ada dokter. Dokter sudah ada, tenaga perawat pasti ada. Kedua menyiapkan peralatan bantuan hidup dasar mesti ada di sana. Jangan sampai ada dokter, peralatan tidak ada,” kata Weng.

“Ketiga, yang perlu dilengkapi juga obat-obatan dan peralatan lainnya. Obat, infus termasuk obat-obat misalnya kalau ada wisatawan yang digigit oleh komodo. Obat-obat lain misal ada yang kejang waktu naik (treking ke puncak Pulau Padar), atau tiba-tiba kena serangan jantung waktu naik (Pulau) Padar. Mesti ada semua di sana,” lanjut dia.

Baca selengkapnya di detikbali.

Simak Video “Penampakan Wajah Anak Babi yang Disebut Mirip Manusia di Manggarai Barat”[Gambas:Video 20detik](sym/sym)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *