Polres Manggarai Timur Limpahkan Tersangka Kasus TPPO Ke Kejaksaan Negeri Manggarai

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG—Polres Manggarai Timur melimpahkan tersangka LJ alias L (33) tersangka kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) ke Kejaksaan Negeri Manggarai, Kamis 11 Januari 2024.

Kapolres Manggarai Timur AKBP Suryanto, S.St., M.Mar.E., M.M., M.Tr.Opsla menyampaikan itu kepada TRIBUNFLORES.COM, Kamis sore. 

Kapolres Suryanto didampingi Kanit Tipikor IPDA Joko Sugiarto, S.A.P, Kasubsi PIDM Sihumas IPDA Farrel Leondy dan Kanit Tipiter Satreskrim Polres Manggarai Timur Aipda Indra Suryawan, SH menerangkan, pengungkapan TPPO ini berawal pada hari Kamis, 8 Juni 2023 sekitar pukul 19.00 Wita, Anggota Piket Polsek Borong mendapat informasi bahwa ada 5 orang warga yang berasal dari kampung Mondo, Desa Bangka Kantar, Kecamatan Borong hendak berangkat dengan tujuan ke pelabuhan Ende menggunakan mobil berwarna hitam yang selanjutnya menuju ke Kalimantan Timur.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personil Polsek Borong langsung mendatangi rumah kediaman LJ  tersangka perekrut calon tenaga kerja non prosedural di Jawang,  Desa Golo Kantar, Kecamatan Borong. 

Baca juga: Menkumham RI Ajak Pelaku Bisnis Sinergi dengan Pemerintah Perangi Perdagangan Orang

Setelah dimintai keterangan, diketahui identitas lima orang calon tenaga kerja non prosedural terdiri dari tiga orang laki-laki dan dua orang perempuan yang salah satu pasangan membawa serta dua orang anaknya, yang semuanya beralamat di Mondo, Desa Bangka Kantar. 

Adapun barang bukti yang diamankan berupa 9 buah KTP milik tersangka, saksi, dan saksi korban, uang tunai sebesar Rp. 570.000, mobil jenis mini bus bermerek suzuki berwarna hitam metalic dengan nomor polisi EB 7339 P, 1 buah STNK dengan nomor 00369706 atas nama pemilik Tembasari, dan 1 buah kunci kendaraan roda 4 jenis mini bus.

Berdasarkan kasus tersebut, terang Kapolres Suryanto, tersangka LJ akan dikenakan Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 10 Undang-Undang No. 21 tahun 2007 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP dengan ancaman hukuman dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp.120.000.000 dan paling banyak Rp.600.000.000.

Posisi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang atas nama tersangka LJ saat ini telah Tahap II atau telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Manggarai dan akan dilakukan persidangan terhadap tersangka LJ,” tutup Kapolres Suryanto. (rob) 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *