Pilot Tertidur Saat Terbang, Rehat Singkat di Kokpit, Santap Mi Instan

Jakarta

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) merilis laporan pilot dan kopilot pesawat Airbus A320 maskapai Batik Air rute Kendari-Jakarta. Kurang istirahat sebelum terbang, mereka juga cuma rehat sejenak sebelum terbang balik lagi.

Dalam laporan pendahuluan KNKT yang ditandatangani Chairman KNKT pada 27 Februari 2024, pilot dan kopilot itu bertugas pada 25 Januari 2024. Mereka bertugas bersama empat pramugari.

Mereka bertugas dua kali penerbangan. Pertama dari Bandara Soekarno-Hatta ke Bandara Holuoleo, Kendari, kemudian kembali ke Soetta lagi.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada penerbangan dari Jakarta ke Kendari dengan pesawat Airbus A320 berregistrasi PK-LUV. Dalam jadwal batik Air, penerbangan Soetta – Kendari ditempuh dengan durasi dua jam dan 35 menit.

Pilot harus login pukul 01.25 WIB. Pesawat take off pada pukul 03.14. Sebelum terbang, kopilot menyatakan kurang istirahat. Di tengah penerbangan, kopilot ditawari agar beristirahat sejenak dan setuju. Dia diberi ijin untuk tidur selama 30 menit.

Saat pesawat sudah mendekati Kendari, Air Traffic Control (ATC) Kendari menginformasikan cuaca kurang sip untuk pendaratan dan bandara masih ditutup. Pesawat pun berputar-putar di angkasa sekitar 30 menit.

Pukul 07.11 Wita (23.11 UTC) pesawat mendarat di Kendari menggunakan Runway 26 dan parkir di apron di tempat parkir nomor 4. Selama transit ini, kedua pilot menyantap mie instan di kokpit.

Setelah penurunan penumpang selesai, proses boarding penumpang dilakukan untuk penerbangan kembali ke Jakarta.

Pukul 07.48 WIB atau 23.UTC setelah proses boarding selesai, pesawat mulai menyalakan mesin lagi. Penerbangan itu dengan nomor penerbangan BTK6723.

Kedua pilot menggunakan headset mereka untuk memantau situasi udara dengan komunikasi radio pengatur lalu lintas.

Pukul 00.05 UTC pesawat berangkat dari Kendari menuju Jakarta. Jumlah penumpang dalam penerbangan itu sebanyak 153 orang.

Saat pesawat mencapai ketinggian jelajah, kedua awak melepas headset. Pilot meminta izin kepada kopilot untuk istirahat dan izin diberikan. Tak lama kemudian pilot tertidur, kopilot mengambil alih tugas sebagai PM (pilot monitoring).

Pada pukul 01.22 UTC atau 09.22 waktu setempat, pilot terbangun dan menawarkan untuk bergantian istirahat. Namun, kopilot mengatakan akan melanjutkan tugasnya. Si pilot kemudian melanjutkan tidur.

Kopilot pada saat itu menjalankan tugas sebagai PF (pilot flying) yang menerbangkan pesawat dan PM (pilot monitoring) sekaligus. Dia kemudian meminta Area Control Center (ACC) Makassar untuk terbang menuju 250 derajat untuk menghindari cuaca buruk. ACC Makassar menginstruksikan pesawat untuk menghubungi ATC Jakarta atau ACC Jakarta.

Beberapa saat setelah membaca kembali instruksi ACC Jakarta, kopilot tidak sengaja tertidur.

Pada 01.56 UTC atau 12 menit setelah rekaman transmisi terakhir dari kopilot, petugas ACC di Jakarta menanyakan berapa lama pesawat harus terbang pada jalurnya saat ini. Tidak ada balasan dari pilot.

“Beberapa upaya menghubungi BTK6723 telah dilakukan ACC Jakarta termasuk bertanya pilot lain untuk memanggil BTK6723. Tidak ada satupun panggilan yang ditanggapi oleh pilot BTK6723,” tulis KNKT dalam laporannya.

Pada 02.11 UTC atau 28 menit setelah transmisi terakhir yang direkam dari SIC, pilot terbangun dan menyadari pesawat tidak berada pada jalur penerbangan yang benar.

Pilot segera membangunkan kopilot yang tertidur dan pada waktu yang hampir bersamaan. Pilot juga menanggapi panggilan dari pilot lain dan petugas ACC di Jakarta.

“Pilot memberi tahu ACC Jakarta bahwa BTK6723 mengalami masalah komunikasi dan saat ini masalah tersebut telah teratasi. Penerbangan kemudian dilanjutkan dan mendarat di Jakarta dengan lancar,” tulis KNKT.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini dan tidak ada kerusakan pada pesawat.

KNKT mengklasifikasikan insiden itu sebagai kategori insiden serius. KNKT tidak menemukan panduan atau prosedur rinci dari daftar periksa diri IM SAFE. IM SAFE adalah sebuah daftar pemeriksaan pribadi, yang mencakup kategori gangguan yang akan dialami pilot, yang mencakup penyakit, pengobatan, stres, alkohol, kelelahan, dan emosi.

“Tidak adanya panduan rinci dan prosedur mungkin membuat pilot tidak dapat menilai kondisi fisik dan mental mereka dengan baik,” tulis KNKT.

Simak Video “Pilot-Kopilot Batik Air Tertidur 28 Menit saat Penerbangan Kendari-Jakarta”[Gambas:Video 20detik](fem/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *