Petaka dan Berkah Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki Berstatus Awas

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki menghamburkan abu vulkanik berupa belerang ke Kecamatan Wulanggitang dan Ile Bura, Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak tiga pekan terakhir.

Muntahan belerang berkadar tebal mengotori rumah-rumah, merusak tanaman padi dan jagung yang baru tumbuh, sayuran tercemar, kemudian pengungsi anak-anak dan lansia terserang penyakit ispa, gatal-gatal, sakit tenggorokan, dan batuk berdahak.

Erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki yang saat ini berstatus Level IV (Awas) dengan aliran lava pijar warna merah menjadi petaka bagi warga terdampak, khususnya penduduk yang rumahnya hanya terpaut sekira 4-5 kilo meter dari pusat gunung.

Di balik bencana Gunung Lewotobi Laki-Laki yang meletus berulang kaki itu, akan muncul berkah di kemudian hari yaitu mengembalikan hara tanah yang rusak menjadi lebih subur.

Baca juga: Anak Muda Lewotolok – Lembata Bawa Bantuan ke Korban Erupsi Ile Lewotobi

Fakta ini meneguhkan batin tuan tanah suku Puka sekaligus pemilik Gunung Lewotobi, Tobias Lewotobi Puka. Warga Desa Nawokote, Kecamatan Wulanggitang itu menyebut erupsi gunung membawa sisi positif dan negatif.

“Tanaman kita terancam gagal panen bahkan sudah rusak akibat vulkanik, tapi tanah akan lebih subur,” katanya beberapa waktu lalu.

Di Desa Nawokote, tanaman padi dan jagung warna hijau berubah menjadi abu-abu akibat debu belerang. Meski begitu, curah hujan beberapa hari terakhir mulai membersihkan tanaman yang baru ditanam itu.

Tobias menjelaskan, dari pandangan budaya ada adat setempat, erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki adalah teguran alam dan leluhur atas perilaku menyimpang manusia dengan lingkungan.

Halaman selanjutnya

Halaman

12

BERITATERKAIT

Baca Juga

Ikuti kami di

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *