Penyuluh Agama Katolik Kemenag Nagekeo Didorong Manfaatkan Media Sosial

TRIBUNFLORES.COM, MBAY-Penyuluh Agama Katolik non pegawai negeri sipil (PNS) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nagekeo didorong memanfaatkan media sosial dalam melaksanakan tugas penyuluhan kepada umat dan masyarakat.

Pemanfaatan media sosial secara bijak dan bertanggungjawab bisa menjadi corong mengatasi berbagai problem sosial masyarakat dan membendung budaya negatif dari luar yang tidak cocok dengan adat dan budaya kita.

Permintaan itu disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nagekeo, Krensentia Reo, kepada Penyuluh Agama Katolik non PNS dalam kegiatan peningkatan kompetensi penyuluh Agama Katolik di Hotel Sinar Kasih Mbay.    

Kegiatan tiga hari pada 31 Januari sampai 2 Februari 2024 melibatkan 27 peserta non PNS gelombang pertama menghadirkan narasumber, RP. Kamilus Ndona Sopi CP, menyampaikan materi Peran Penyuluh Agama Katolik sebagai Agen Moderasi Beragama.

Baca juga: Ritual Adat Suku Dhawe Awali Pelepasan Air di Irigasi Mbay Nagekeo  

Spiritualitas Pelayanan dalam Tugas Penyuluh oleh Koordinator Imam Kevikepan Mbay, RD. Asterius Lado, Penyusunan Materi dan Silabus Bimbingan dan Penyuluhan  oleh RD. Lourensius Rota, sedangkan Penggunaan Media Audio Visual dalam Bimbingan Penyuluhan oleh Yohanes Don Bosko Dagang ,S.Com

Ia mengatakan, kemajuan teknologi informasi memudahkan pelaksanaan tugas. Berbagai materi penyuluhan yang disampaikan penyuluh bisa diakses oleh umat dan masyarakat melalui media sosial dimana dan kapan saja.

“Tantangan terberat bagi penyuluh adalah banyaknya anak yang dengan mudahnya mereka mengakses berbagai informasi dari mana saja yang belum tentu cocok dengan adat dan budaya kita. Ini juga bagian dari tugas penyuluh mendorong mereka supaya selektif mengakses informasi,” kata Since Reo, sapaan Krensentia Reo.

Generasi muda ke depan, menurut Since Reo, tak hanya dibekali dengan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mumpuni, tetapi juga bekal sikap, moral dan etika didasari pondasi agama yang dianutnya. Kelak harapan kita bersama, generasi yang akan datang tak hanya melek illmu dan teknologi, tetapi juga punya sikap, mental dan kepribadian yang kokoh yang diandalkan sebagai pilar kerukunan dan toleransi umat beragama.

Baca juga: Tahun 2024, Kemenag Nagekeo Akan Jalankan PTSP dan Zona Integritas

Kepada para penyuluh, Since Reo kembali menggarisbawahi tiga arah kebijakan dan tujuh program prioritas dalam spirit moderasi beragama yg menjadi payung besar dari seluruh program prioritas..

Dia mengingatkan peran penyuluh agama untuk menjaga, merawat dan memperkuat pondasi kebangsaan. Pada pundak para penyuluh juga masa depan bangsa ini pula dipertaruhkan.

“Sampaikan penyuluhan yang baik dan benar sebagai pegangan dan bekal kepada umat beragama sekaligus masyarakat. Karena itu penyuluh harus punya  pemahaman dan praktik keagamaan yang moderat,” tandas mantan Kasubag Tata Usaha Kantor Kemenag Kabupaten Ende.

Since Reo membuka kegiatan sekaligus menyampaikan materi Kebijakan  Strategis Kementerian Agama dalam Pembangunan Nasional, menegaskan hakekat penyuluh sebagai agen moderasi beragama, penjaga moral serta akhlak masyarakat.

Baca juga: ASN, PPPK dan PPNPN Kemenag Nagekeo Diminta Jaga Marwah Kemenag

“Sampaikan penyuluhan dan bimbingan mengunakan pendekatan budaya dan bahasa-bahasa agama bernuansa moderasi. Sampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami umat,”pinta Since Reo.

Di akhir pembukaan, Since Reo mendorong para penyuluh supaya selalu refleksi diri , melakukan evaluasi diri dan membangunan komitmen  untuk terus melangkah dan dengan semangat baru melaksanakan penyuluhan secara profesional dan bertanggungjawab.   

Para penyuluh mendapat ceramah dan animasi, juga  melakukan diskusi, sharing pengalaman dan praktik. *

Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News

BERITATERKAIT

Baca Juga

Ikuti kami di

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *