Nyaris Lengkap! RI Kuasai Bahan Baku Baterai dan Kendaraan Listrik

Jakarta, CNBC Indonesia – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengumumkan penemuan lithium, komponen penting untuk baterai kendaraan listrik (EV), di wilayah Bledug Kuwu, Grobogan, Jawa Tengah. Lithium, sebuah komoditas mineral kritis, telah menjadi fokus utama sebagai bahan baku untuk menggerakkan industri kendaraan listrik di masa depan.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafid mengungkapkan bahwa potensi lithium telah teridentifikasi di Indonesia, terutama di Bledug Kuwu, Jawa Tengah.

“Kita semacam di Bledug Kuwu ada (lithium). Atau brine di geothermal kita cari-cari. Kita-kita yang punya potensi menghasilkan lithium,” ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, belum lama ini.

“Teridentifikasi di Bledug Kuwu, lumayan ya. Kalau Bledug Kuwu bisa 1.000 PPM,” ucapnya.

Namun demikian, menurutnya pihaknya masih harus menindaklanjuti dan menyelidiki potensi keekonomiannya, apakah bisa dikembangkan atau tidak.

“PPM-nya berapa itu didata, di sini ada. Tapi kan ekonomis nggak untuk dikembangkan?” imbuhnya.

Lithium merupakan salah satu komponen kunci dalam pembuatan baterai EV, yang semakin mendominasi industri otomotif global. Potensi lithium di Indonesia membuka peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam rantai pasok global untuk kendaraan listrik.

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum Danny Praditya sempat membeberkan sejumlah faktor pendukung kemajuan Indonesia dalam industri kendaraan listrik. Danny menyatakan bahwa selain lithium, aluminium juga memegang peranan penting sebagai komponen terbesar dalam pengembangan baterai EV.

“Jadi kalau selama ini kita lihat EV itu butuh nikel yang mencapai 18%, ternyata komponen aluminium itu mencapai 19%, lebih besar daripada nikel sendiri,” ungkap Danny.

Aluminium, yang dihasilkan dari hilirisasi bijih bauksit menjadi alumina, lalu kemudian diolah lagi menjadi aluminium, menjadi komoditas yang tak tergantikan dalam ekosistem baterai kendaraan listrik.

Data terbaru menunjukkan produksi komoditas mineral kritis Indonesia cukup besar. Berikut data lengkap dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (2019-2023). Namun demikian, untuk data produksi katoda tembaga dan Nickel Pig Iron (NPI) hanya ada sampai 2021, sementara data 2022-2023 tidak disebutkan.

Mineral Kritis Kendaraan Listrik Indonesia 

Hal ini menandakan pasokan mineral Indonesia sudah cukup lengkap. Adanya penemuan lithium dan pengembangan aluminium ini menjadikan mineral kritis Indonesia untuk pengembangan kendaraan listrik semakin siap.

Melansir International Energy Agency (IEA), data menunjukkan terdapat beberapa komponen mineral penting dalam pengembangan mobil listrik. Grafit merupakan komponen terbesar yang digunakan mencapai 66,3 kg per kendaraan. Terdapat juga mineral penting lainnya, seperti lithium, nikel, kobalt, dan mangan. 

Selain itu, unsur tanah jarang sangat penting untuk magnet permanen yang vital bagi turbin angin dan motor kendaraan listrik (EV). Jaringan listrik membutuhkan jumlah besar tembaga dan aluminium, dengan tembaga menjadi pondasi untuk semua teknologi terkait listrik.

Data menunjukkan komoditas mineral kritis Indonesia yang termasuk dalam top 3 negara dengan produksi terbesar yaitu nikel dan kobalt. Indonesia memproduksi 49% nikel dunia dan 5% kobalt global. 

Sekitar 69 juta ton nikel telah diproduksi di Indonesia pada 2021. Sektor pertambangan telah menjadi salah satu sektor utama yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia selama beberapa dekade. Besarnya produksi nikel Indonesia pada 2021 terjadi seiring dengan upaya pemerintah Indonesia untuk mengurangi birokrasi di sektor pertambangan guna meningkatkan daya saing perekonomian negara.

Pengeluaran eksplorasi mengalami stagnasi selama beberapa tahun. Perusahaan pertambangan Indonesia telah mengalihkan perhatian mereka dari peningkatan produksi dan pengembangan ke pemotongan belanja operasional dan fokus pada deposit mineral yang lebih mudah ditambang, sekaligus membatasi belanja modal.

Selama kurun waktu 13 tahun, produksi tambang nikel di Indonesia meningkat delapan kali lipat. Namun pasokan nikel global kemungkinan akan meningkat seiring dengan berjalannya proyek kilang nikel di Indonesia dan pemulihan izin tambang nikel yang sebelumnya ditangguhkan di Filipina.

Melansir Statista, Indonesia memproduksi nikel sebanyak 69 juta ton pada 2021. Tembaga sebagai komponen yang tidak kalah penting mampu memproduksi bijih 2,43 juta ton dan konsentrat tembaga sebesar 3,25 juta ton. 

Jumlah produksi bijih nikel RI semakin melejit. Bahkan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Ditjen Minerba) Kementerian ESDM,  sepanjang tahun 2023 lalu realisasi produksi bijih nikel RI hampir mencapai 200 juta ton, persisnya sebesar 193,5 juta ton. Pemicunya, karena semakin banyak fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) yang beroperasi.

Sektor pertambangan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB Indonesia, ekspor, pendapatan pemerintah, dan lapangan kerja. Misalnya, investasi asing langsung di bidang pertambangan dan penggalian di Indonesia berjumlah sekitar US$ 1,3 miliar pada kuartal-III 2023.

Hal ini juga dapat dikatakan berkontribusi terhadap pembangunan di banyak wilayah terpencil di Indonesia, mengingat perusahaan pertambangan merupakan satu-satunya pemberi kerja yang signifikan di beberapa wilayah tersebut. Namun, hal ini harus mengorbankan kesehatan fisik para penambang dan kerusakan lingkungan di daerah-daerah terpencil tersebut.

Dengan potensi lithium dan peran penting aluminium, Indonesia semakin lengkap sebagai pemain kunci dalam menyediakan semua komponen kendaraan listrik. Keberhasilan ini membawa harapan bahwa Indonesia akan menjadi pusat produksi kendaraan listrik dan mendominasi pangsa pasar global di masa depan.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected] 

(mza/mza)[Gambas:Video CNBC] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *