Mongolia dan Festival Esnya yang Pecahkan Rekor Dunia

CNN – detikTravel

Sabtu, 20 Jan 2024 18:25 WIB

Jakarta – Mongolia juga memiliki festival es dan salju. Kegiatan baru itu pun sudah memecahkan rekor dunia demi menggaet traveler mancanegara.

Festival salju dan es yang baru di Mongolia telah mencetak Rekor Dunia Guinness. Ya, negara yang terkenal dengan ruang terbukanya yang indah itu juga memiliki es dan salju.

Mongolia masyhur dengan lembah hijau yang rimbun dan budaya nomaden tradisionalnya. Negara ini telah lama dianggap sebagai destinasi yang paling baik dikunjungi pada bulan-bulan musim panas.

Sebuah acara baru telah diluncurkan untuk memikat wisatawan internasional yang mencari pengalaman musim dingin Mongolia yang otentik. Festival es dan salju ini mirip dengan yang ada di Harbin.

Ini adalah Festival Salju dan Es Internasional Mazaalai. Acara perdana ini dimulai pada tanggal 14 Januari, berlangsung hingga 28 Januari di Sky Resort, resor golf dan ski di pinggiran Ulaanbaatar.

Acara gratis ini menandai tonggak penting dalam pengembangan sektor pariwisata musim dingin Mongolia.

“Selama dua minggu ke depan, para pengunjung akan terpesona oleh pemandangan musim dingin kami dan keindahan patung-patung yang dipamerkan, dan saya berharap lebih banyak lagi dari seluruh dunia yang terinspirasi untuk mengunjungi negara kami selama musim dingin,” kata Menteri Kebudayaan Mongolia, Nomin Chinbat.

Meskipun baru dibuka selama beberapa hari, acara ini dilaporkan telah mencetak Rekor Dunia Guinness. Karena dicatat orang terbanyak yang menuruni seluncuran es dalam waktu satu jam.

Sebagai bagian dari perayaan pembukaan, 408 peserta membantu mengamankan kemenangan dengan menuruni seluncuran es sepanjang 16,4 meter, satu per satu. Foto-foto dari acara tersebut menunjukkan seorang pejabat Guinness yang hadir untuk menyaksikan upaya yang berhasil tersebut.

Atraksi lain di festival ini termasuk patung salju dan es setinggi lima meter yang menggambarkan beruang Gobi (Mazaalai dalam Bahasa Mongolia) yang dilindungi di negara itu, yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan hewan yang terancam punah ini.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *