Menparekraf Bicara soal Greenflation, Cegah Biaya Healing yang Meningkat

Jakarta

Topik greenflation pada debat Cawapres pada akhir pekan lalu mengundang perhatian publik. Ternyata, greenflation juga ada pengaruhnya terhadap sektor pariwisata.

Isu greenflation dilemparkan oleh cawapres nomor urut dua Gibran Rakabuming Raka kepada cawapres nomor urut tiga Mahfud Md pada Debat Cawapres, di JCC, Jakarta Pusat, Minggu (21/1/2024).

Melansir laman Policy Center for The New South, Greenflation merujuk terkait kenaikan harga logam, biaya energi, hingga pajak karbon yang digunakan untuk melakukan transisi hijau. Atau dengan kata lain itu semua adalah dampak kenaikan inflasi dari kebijakan-kebijakan hijau atau ramah lingkungan yang diambil oleh pemerintah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi gaduhnya greenflation, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menjelaskan bahwa greenflation juga turut mempengaruhi berbagai sektor, salah satunya pariwisata.

“Jadi, dua minggu lalu kita khusus membahas green inflation (greenflation) ini karena ada kekhawatiran harga-harga biaya hidup yang meningkat, yang dipicu oleh keterbatasan dari produk-produk pangan, ini dirasakan mahal akan beras, juga beberapa komoditas, ini dirasakan mahal,” kata Sandiaga dalam konferensi pers di Gedung Kemenparekraf, Senin (22/1/2024).

“Itu dipicu juga oleh situasi iklim maupun juga produktivitas dari pelaku industri pertanian maupun industri pangan lainnya. Nah kami meyakini bahwa harus ada kebijakan regulasi yang lebih adaptif, misalnya, hotel-hotel,” dia menambahkan.

Ia menyebut salah satu upaya untuk mendorong green tourism adalah dengan menginstal solar panel di beberapa hotel-hotel yang ada di Indonesia. Niatnya, solar panel ini akan digunakan untuk suplai listrik ataupun menjualnya ke pihak supplier listrik yakni PLN. Namun sayangnya, regulasi PLN tidak mengizinkan proses tersebut.

Lantas hal ini membuat pengelola hotel perlu beralih ke penyediaan baterai untuk menunjang green tourism. Namun, menurut Sandi, hal itu berpotensi menyebabkan biaya yang meningkat.

“Kemarin ini kita mendorong green tourism itu adalah menginstall solar panel di beberapa hotel-hotel yang ada di sini. Tapi ternyata regulasinya sekarang tidak memungkinkan mereka untuk invert, menjual energi yang dihasilkan ke PLN. Nah, oleh karena itu mereka harus berinvestasi ke penyediaan baterai. Penyediaan baterai ini membuat semakin mahal jadinya akhirnya biaya energi mereka,” kata dia.

“Untuk hal seperti itu pemerintah harus cepat masuk memberikan regulasi yang mendorong green tourism dan green ekonomi ini dan pada saat yang sama kita bisa membantu untuk penyediaan teknologinya. Di sinilah insentif yang diperlukan,” dia menambahkan.

Menurutnya, jika PLN belum bisa menerima inverter atau listrik yang diproduksi oleh fasilitas pariwisata maupun akomodasi, mungkin listrik tersebut bisa dialiri kepada para UMKM atau sentra-sentra ekonomi kreatif.

Ia berujar ini penting karena tema pada tahun ini mencanangkan pariwisata hijau. Sehingga ia berharap transisi kepada energi hijau ini tidak membuat biaya pariwisata menjadi meningkat.

“Karena tema tahun ini adalah pariwisata hijau. Dan kita jangan sampai komitmen kita ke pariwisata hijau itu justru meningkatkan biaya energi, biaya pangan maupun nanti akhirnya bisa berakibat meningkatnya biaya untuk healing ini yang kita harus hindari secara holistik dengan melibatkan diskusi pentahelix,” kata Sandi.

Menurutnya, dalam mengakselerasi hal ini pemerintah mesti memikirkan terkait pemberian insentif dan juga alur suplai listrik yang dihasilkan dari para pengelola wisata dan hotel yang menerapkan transformasi hijau.

“Kalau menurut saya subsidi bukan jawaban, tapi adalah inovasi dalam menciptakan sebuah regulasi. Jadi kalau misalnya tadi kita bicara mengenai energi terbarukan untuk yang dihasilkan jika memerlukan sistem baterai itu bisa ada bentuk insentif dari segi pengadaan investasinya, yang kedua misalnya listrik yang dihasilkan tidak terserap karena sudah ada kelebihan pasokan ini bisa diarahkan untuk pasokan listrik bagi para UMKM,” ujar dia.

Simak Video “Kala Gibran Ditegur Moderator soal Istilah Greenflation”[Gambas:Video 20detik](wkn/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *