Market Wajib Tahu! Bos BRI Blak-Blakan Tantangan 2024

Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Sunarso mengatakan bahwa ekonomi global masih dibayangi oleh ketidakpastian pada tahun ini. 

Beberapa bulan lalu, Amerika Serikat sempat diperkirakan bakal mengalami resesi besar. Akan tetapi nyatanya pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam menguat dengan inflasi yang terkendali. 

Hal itu terjadi di tengah melambatnya pertumbuhan ekonomi global. “2022 pertumbuhan ekonomi global 3,5%, tapi di 2024 diproyeksi 3,1%,” katanya dalam Road to Market Outlook 2024 CNBC Indonesia, Kamis (15/2/2024).

IMF, kata Sunarso, telah merevisi tingkat inflasi global akan turun tetapi masih dalam level yang terbilang tinggi. Pada 2023 diperkirakan inflasi global mencapai 6,8% dan pada tahun ini kemungkinan turun ke 5,8%. 

Selain itu, suku bunga acuan secara global diperkirakan bukan hanya tinggi, tetapi tinggi dalam waktu yang lebih lama. “Kapan akan mulai turun itu diperkirakan Januari-April itu stagnan, tapi kira-kira Fed Rate akan turunkan suku bunga mungkin setelah Juni paling cepat, karena ekonomi AS membaik,” katanya.

Dia melanjutkan, terkait harga komoditas masih diperkirakan stagnan, tetapi masih relatif tinggi. Sepanjang 2024, diperkirakan pontesi ekspansi akan moderat. 

Oleh karena itu pada dua kuartal pertama tahun ini, BRI akan menerapkan strategi yang moderat. Bank BUMN yang fokus pada kredit UMKM ini akan mendorong pertumbuhan kredit sembari mengawasi perkembangan kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) dan mencari dana dengan tenor panjang. 

Selanjutnya pada kuartal ketiga dan keempat, BRI akan membatasi ekspansi kredit. “Kita tumbuh selektif tapi fokus mencari CASA [dana murah] dari sgmen ritel,” katanya. 

Adapun sepanjang 2023, BRI membukukan laba Rp60,4 triliun sepanjang tahun 2023, naik 17,54% secara tahunan (yoy). 

pencapaian tersebut tidak terlepas dari penyaluran kredit BRI yang tercatat sebesar Rp1.266,4 triliun, tumbuh 11,2% yoy pada periode Desember 2023. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM tercatat sebesar Rp1.068 triliun, atau menyumbang komposisi sebesar 84,4%.

Kualitas kredit pun terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 3,12% dan NPL net sebesar 0,76% per Desember 2023. BRI juga mencatatkan NPL coverage sebesar 229,09%.

Pada penghimpunan dana, BRI berhasil mencatatkan total dana pihak ketiga sebesar Rp1.358,3 triliun, tumbuh 3,9% yoy. Komposisi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) sebesar 64,4%.

Alhasil, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) BRI sebesar 84,2% per akhir tahun 2023.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Kredit UMKM Bank BRI Rekor Rp 1.038 T Hingga Kuartal III-2023


(mkh/mkh) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *