Lima Pelaku Aniaya Anggota Batalyon Infanteri PSY Kupang Diamankan di Polresta Kupang

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon

POS-KUPANG.COM,KUPANG- Personel Polresta Kupang Kupang bergerak cepat mengamankan lima orang pemuda menganiaya atau mengeroyok, YMHH (23) n anggota TNI AD dari Batalyon Infanteri (Yonif) 743/PSY.

Kelima pemuda yakni, RDO (21), SMT (19), YIB (21), AJAK (20) dan MD (19) menganiaya korban di depan Klinik Dewanta, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Minggu 17 Maret 2024.

Kelima pelaku terancam dengan pidana sesuai KUH Pidana Pasal 170 ayat 1, subsider pasal 351 ayat 1, jo pasal 55 ayat 1 ke 1e, dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara. 

“Terhadap 5 orang pelaku yang melakukan pengeroyokan, yakni RDO (21), SMT (19), YIB (21), AJAK (20) dan MD (19), terancam dengan pidana sesuai KUH Pidana Pasal 170 ayat 1, subsider pasal 351 ayat 1, jo pasal 55 ayat 1 ke 1e, dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan penjara,” kata Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan R.J.H. Manurung melalui Kasihumas IPDA Florensi Ibrahim Lapuisaly, Senin 18 Maret 2024.

Baca juga: Anggota Batalyon PSY Kupang Dianiaya Pemuda Geber Sepeda Motor

Florensi menambahkan kelima pelaku telah ditangkap dan diamankan di Mapolresta Kupang Kota. 

Diberitakan sebelumnya, kelompok pemuda di Kota Kupang nekat mengeroyok anggota TNI. Insiden itu terjadi pada, Minggu 17 Maret 2024.

Pengeroyokan terhadap korban YMHH (23) yang merupakan anggota TNI AD dari Batalyon Infanteri (Yonif) 743/PSY Kupang itu terjadi di depan Klinik Dewanta, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

“Korban dikeroyok karena para pelaku tidak terima ditegur,” kata Kapolresta Kupang Kota, Kombes Pol. Aldinan R.J.H. Manurung melalui Kasihumas IPDA Florensi Ibrahim Lapuisaly, Senin 18 Maret 2024.

Baca juga: Pilkada 2024 Kota Kupang, 4 Nama Pilih Jalur Perseorangan, Jeriko : Kita Perlu Tanda Tangan

Menurut keterangan korban YMHH, kata Florensi saat itu dia bersama dengan temannya sedang duduk ngobrol di depan Klinik Dewanta. 

Kemudian salah seorang pelaku RDO (21), melintas dengan menggunakan sepeda motor Suzuki Satria, sambil menggeber-geber sepeda motor, yang mengeluarkan suara bising. 

Korban lalu menegur pelaku, dan beberapa saat kemudian, pelaku RDO memanggil teman-temannya dan melakukan pengeroyokan terhadap korban. 

“Pelaku melintas sambil menggeber sepeda motor yang mengeluarkan suara bising, kemudian ditegur oleh korban, dan beberapa saat kemudian terjadi pengeroyokan,” jelasnya.

Baca juga: Ibu Hamil Dievakuasi Menyeberangi Banjir di Desa Oelatimo, Jalani Operasi Caesar di Kota Kupang

Akibat pengeroyokan tersebut, ungkap Kasihumas lagi, korban mengalami kesakitan dan bengkak di bagian kepala sebelah kiri, serta luka lecet di bagian bawah mata sebelah kiri. *

sumber: pos-kupang.com

BERITATERKAIT

Baca Juga

Ikuti kami di

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *