Lagi Perang, Menteri Pariwisata Israel Malah Promosikan Wisata!

Jakarta

Konflik Israel-Palestina tengah terjadi hingga kini. Di sisi lain, Menteri Pariwisata malah mempromosikan wisata ke Israel.

Gempuran Israel ke Jalur Gaza Palestina telah berlangsung lebih dari 150 hari. Pada Jumat (8/3/2024), terhitung invasi telah terjadi selama 154 hari sejak pertama kali pecah pada 7 Oktober 2023.

Pada Minggu lalu, lebih dari 100 warga Palestina tewas dan 760 di antaranya luka-luka. Itu terjadi ketika warga ditembaki saat berebut bantuan di Gaza. Pejabat urusan kesehatan Palestina mengatakan insiden itu membuat jumlah korban tewas sejak perang berkecamuk menjadi lebih dari 30 ribu orang.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Menteri Pariwisata Israel Haim Katz justru mempromosikan pariwisata Israel di forum pariwisata internasional ITB Berlin pada Selasa (5/3/2024).

Melansir Breaking Travel News, Jumat (8/3/2024), Ia mengimbau pelancong untuk kembali mengunjungi Israel. Berbicara di depan pers pada acara tersebut, Ia menyebut para wisatawan aman di negara itu.

Bahkan, ia juga mencampuri urusan negara luar dengan ingin mendesak pemerintah Jerman untuk mencabut peringatan perjalanan ke Israel yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Jerman.

Sebagai bukti keamanan daerah tersebut, menteri mengatakan bahwa 150 ribu penduduk daerah yang berbatasan dengan Jalur Gaza telah dievakuasi sejak pecahnya perang. Mereka ditampung di hotel-hotel untuk turis.

“Hal itu tidak akan kami lakukan jika hotel-hotel tersebut tidak aman,” ucapnya.

Sementara itu, sekitar 80 persen penduduk telah kembali ke rumah.

Adapun Jerman, Austria, dan Swiss adalah beberapa negara yang paling banyak menyumbang traveler ke Israel. Namun, angka pariwisata di Israel telah menurun sejak tahun 2019.

Menurut Direktur kantor pemerintah Israel untuk pariwisata, Ksenia Kobiakov, 402 ribu orang berkunjung pada tahun 2019. Pada tahun 2022 atau setelah pandemi, angkanya menjadi 207.500, dan pada 7 Oktober 2023 menjadi 213.302. Setelah itu, pariwisata terhenti.

Secara keseluruhan, 13 ribu wisatawan tiba di Israel setiap hari sebelum pandemi. Pada 8 Oktober 2023, jumlahnya masih 23 orang per hari. Sementara itu, jumlahnya berfluktuasi sekitar 2.700 hingga 3.400, katanya.

“Untuk saat ini kami tidak mengandalkan 13 ribu, tetapi mungkin sembilan hingga sepuluh ribu pengunjung,” harap Kobiakov.

Simak Video “Israel Terus Bombardir Rafah, Korban Jiwa Berjatuhan”[Gambas:Video 20detik](wkn/wsw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *