Laba Pecah Rekor, Intip Bocoran Dividen BRI, Mandiri, BCA dan BNI

Jakarta, CNBC Indonesia – Empat perbankan jumbo Tanah Air melaporkan kinerja keuangan sepanjang 2023 dengan hasil yang memuaskan. Laba bersih kembali pecah rekor bakal mendongkrak prospek cerah dividen yang akan dibagikan tahun ini.

4 Big Bank RI Cetak Rekor Laba Bersih

Empat bank jumbo RI berhasil mencetak rekor laba tertinggi sepanjang masa pada 2023. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mencetak paling banyak secara nominal mencapai Rp60,43 triliun, tumbuh 17,50% secara tahunan (year on year/yoy).

Sementara yang mencatat pertumbuhan laba paling pesat secara tahunan ada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar 33,70% yoy menjadi Rp55,10 triliun. Dua emiten bank lainnya, yakni PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat laba Rp48,60 triliun, sementara laba PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) sebanyak Rp20,09 triliun.

Berkaitan dengan laba big bank yang kembali mencetak laba tertinggi sepanjang masa maka potensi dividen yang bisa diberikan pada investor tahun ini bisa meningkat.

Prospek Cerah Dividen Perbankan Big Caps

Dividen sendiri merupakan keuntungan yang dibagikan pada investor dari sebagian laba bersih perusahaan.

CNBC Indonesia Research memproyeksikan dividen yang akan dibagikan investor pada tahun ini berdasarkan laba bersih tahun buku 2023 lalu dengan asumsi rata-rata selama tiga tahun Dividend Payout Ratio (DPR) atau alokasi laba yang sudah dikurangi porsi laba ditahan.

Secara nominal, BMRI potensi membagikan dividen paling besar mencapai Rp335 per lembar, kemudian diikuti BBRI sebesar Rp304 per lembar, BBCA sebanyak Rp210 per lembar, dan BBNI senilai Rp169 per lembar.

Dari empat bank tersebut dua diantaranya sudah membagikan dividen interim, yakni BBRI sebanyak Rp84 per lembar dan BBCA sebesar Rp42,5 per lembar. Sehingga jika dikurangi porsi dividen interim, BBRI potensi membagikan dividen sebesar Rp280 per lembar, sementara BBCA sebanyak Rp167,5 per lembar.

Sementara itu, estimasi dividen yield atau persentase keuntungan dividen terhadap harga saham. Berdasarkan harga hari ini, Kamis (1/2/2024) BBRI menjadi yang paling unggul, dengan potensi yield mencapai 5,27%, kemudian diikuti BMRI sebanyak 5,12%, BBNI 2,95%, dan BBCA 2,17%

Sebagai catatan, nilai dividend yield ini bisa berubah bergantung pada fluktuasi harga saham dan posisi harga yang kita dapatkan. Semakin turun harga maka potensi yield yang akan didapatkan semakin tinggi, ini berlaku sebaliknya jika harga saham semakin naik maka dividen yield yang didapatkan lebih rendah.

Kesimpulannya, semakin tinggi dividen yield, maka semakin murah harga saham yang kita dapat atau keuntungan dari dividen terhadap harga saham yang kita dapat akan semakin tinggi ketika kita dapat harga saham yang lebih rendah. 

CNBC INDONESIA RESEARCH 

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

(tsn/tsn)[Gambas:Video CNBC] 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *