Kronologi Penemuan Mayat Perempuan di Ngada, Ayah Ungkap Korban Punya Penyakit

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Oris Goti

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Krispiana Dhiu (42) warga Kampung Boua, Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di sebuah Kebun Kopi di Kampung Boripo, Kelurahan Jawameze, Kecamatan Bajawa, Jumat 16 Februari 2024.

Mayat berjenis kelamin perempuan itu pertama kali ditemukan oleh saksi PL (65) sekitar pukul 07. 00 Wita. PL kaget dan langsung memanggil warga setempat. Warga pun melaporkan peristiwa itu kepada pihak Kepolisian Polres Ngada.

Tiba di lokasi, Polisi pun melakukan olah TKP dan membawa mayat tersebut ke RUSD Bajawa untuk diperiksa, Visum et repertum (VER). Hasil identifikasi, Polisi memastikan identitas mayat tersebut, nama Krispiana Dhiu, asal Kampung Boua, Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari para saksi Krispaina Dhiu dari Boua ke Kampung Boripo, kemarin sore 15 Februari 2024 sore, bertamu ke rumah PM (64).

Baca juga: Penemuan Mayat Perempuan di Ngada, Saksi Sebut Korban Sempat Cerita Peristiwa Kebakaran

Dalam percakapan dengan PM, Krispiana Dhiu menceritakan bahwa ayam peliharaannya masuk ke rumah yang tertimpa kasus kebakaran di Desa Ubedolumolo. Hal itu membuat Krispiana Dhiu takut. Karena menurut kepercayaan masyarakat setempat, hal itu melanggar adat.

Setelah itu Krispiana Dhiu pamit pulang ke Kampung Boua. Namun saksi PL tidak sempat memastikan bahwa korban saat pulang menggunakan kendaraan (ojek) atau berjalan kaki sambil menunggu jemputan atau ojek.

Hingga akhirnya saksi mengetahui mendapat informasi dari warga, bahwa Krispiana Dhiu ditemukan tak bernyawa di kebun Kopi.

Iptu Sukandar, Kasie Humas Polres Ngada, menjelaskan korban diketahui memiliki riwayat penyakit hipertensi, lambung dan sering mengeluh sakit pada bekas operasi caesar. Keterangan dihimpun berasal dari ayah korban sendiri, Andreas Bhara (76).

Menurut Iptu Sukandar, Krispiana Dhiu diduga meninggal akibat kelelahan dan sakit yang dialami. “Keluarga menerima kematian korban sebagai musibah,” ujarnya.

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

BERITATERKAIT

Baca Juga

Ikuti kami di

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *