Kinerja Ekspor Tekstil Kuartal I 2024, Tak Semuanya Melemah

Nilai Ekspor Subsektor Industri Tekstil Indonesia per Kuartal I (2023-2024)

A Font Kecil
A Font Sedang
A Font Besar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kinerja ekspor industri tekstil cenderung melemah awal tahun ini.

Pada kuartal I 2024 nilai total ekspor industri tekstil nasional mencapai US$913,84 juta, turun 2,14% dibanding kuartal I tahun lalu (year-on-year/yoy).

(Baca: Banyak PHK di Pabrik Tekstil, Nilai Ekspornya Turun Kuartal I 2024)

Namun, penurunan kinerja ekspor ini tidak terjadi secara merata di semua subsektornya.

Subsektor industri tekstil yang melemah pada kuartal I 2024 hanya industri benang pintal, kain tenunan, dan barang tekstil lainnya.

Sementara subsektor industri serat stapel buatan, serat/benang/strip filamen buatan, kain rajutan, serat tekstil, kain sulaman/bordir, dan sutra justru menguat, seperti terlihat pada grafik di atas.

Berikut rincian pertumbuhan subsektor industri tekstil pada kuartal I 2024, dipisahkan antara yang melemah dan menguat:

Nilai ekspor melemah:

Benang pintal: turun 12,89% (yoy)
Kain tenunan: turun 9,11% (yoy)
Barang tekstil lainnya: turun 7,3% (yoy)

Nilai ekspor menguat:

Serat stapel buatan: naik 15,05% (yoy)
Serat/benang/strip filamen buatan: naik 15,26% (yoy)
Kain rajutan: naik 29,22% (yoy)
Serat tekstil: naik 5,99% (yoy)
Kain sulaman/bordir: naik 16,8% (yoy)
Sutra: naik 186,53% (yoy)

(Baca: Ekspor Industri Pakaian Menguat Kuartal I 2024)

Editor :
Adi Ahdiat

Data Terkait
Data Stories Terkini

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *