Kabuuurr… Kartel Narkoba Kuasai Reruntuhan Maya

Mexico City

Situasi di Meksiko semakin memanas karena kartel-kartel narkoba. Yang parahnya lagi, kartel ini masuk ke situs-situs Maya.

Dilansir dari New York Times pada Rabu (31/1/2024), beberapa reruntuhan Maya kuno tidak dapat diakses karena kehadiran kartel. Dua di antaranya yaitu situs Yaxchilan dan Tonina.

Wisatawan di situs Yaxchilan mengalami kekerasan, sedangkan warga di Tonina mengalami sengketa kepemilikan tanah.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, pariwisata di area tersebut menurun. Padahal, pariwisata adalah sumber perekonomian utama bagi penduduk lokal, khususnya area perbatasan Guatemala.

Pemandu wisata, yang tidak mau menyebutkan namanya, berkata bahwa orang-orang bersenjata sering berbaris menuju Bonampak, situs Maya yang terkenal dengan muralnya.

Tempat-tempat wisata lain yang diganggu adalah Lagartero. Anggota kartel akan membawa senjata dan berada di pos pemeriksaan. Di sana, mereka melakukan pengecekan pada wisatawan.

Parahnya, kartu identitas dan ponsel pun akan diperiksa oleh mereka.

“Mereka meminta identitas Anda, untuk mengetahui apakah Anda penduduk setempat,” kata pemandu itu.

Ia berkata bahwa anggota kartel akan meminta kode ponsel dan memeriksa ruang percakapan wisatawan.

“Mereka ingin tahu apakah Anda anggota geng kartel lainnya. Pada waktu tertentu dapat muncul saingan dan baku tembak,” dia menambahkan.

Sementara itu, Pemerintah Meksiko menyebut bahwa hal itu hoax. Mereka berkata bahwa situs arkeologi aman dan tidak ada wisatawan yang dirugikan.

“Adalah salah, bias dan tidak bertanggung jawab untuk mengatakan bahwa situs-situs arkeologi ini berada dalam bahaya dari penyelundupan narkoba,” kata Institut Antropologi dan Sejarah Nasional.

Beruntung, situs Maya paling terkenal di Chiapas, komplek kuil Palenque tetap aman bagi wisatawan.

Meski begitu, wisatawan telah membatalkan sekitar 5% pemesanan perjalanan ke wilayah tersebut. Pemandu wisata juga enggan membawa turis ke sana demi keselamatan mereka.

“Ada komunitas yang menjual kerajinan tangan, menyediakan tempat menginap, wisata perahu dan perajin. Ini sangat mempengaruhi perekonomian,” ujar salah satu pemandu lokal.

Ia begitu prihatin dengan kejadian ini, mengingat Meksiko adalah negara agraris yang tidak memiliki industri pabrik. Pariwisatalah penopang perekonomian negara.

“Pariwisata telah menjadi pendorong perekonomian salah satu dari sedikit sumber pekerjaan,” kata dia.

Simak Video “Serangan saat Pesta Jelang Natal di Meksiko, 12 Orang Tewas”[Gambas:Video 20detik](bnl/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *