Ini Tempat Keramat yang Didatangi 16 Peziarah Hilang di Gunung Pangrango

Cianjur

16 Peziarah dilaporkan hilang di Gunung Pangrango, namun sudah ditemukan tim SAR. Mereka bukan pendaki, tapi warga biasa yang ziarah ke Patilasan Suryakencana.

Patilasan Raden Suryakencana atau Eyang Suryakencana itu berada di kawasan Kulah Dua, Gunung Pangrango. Mereka menempuh perjalanan belasan jam berjalan kaki demi berziarah ke tempat yang konon keramat itu.

“Dugaan kami, mereka peziarah karena masyarakat lokal. Banyak masyarakat lokal punya kepercayaan ada yang bersemedi, nyari wangsit gitulah. Niat mau pulang kemalaman akhirnya tersesat. Jam 10.00 lebih sudah ditemukan,” kata Kapolsek Ciawi, Kompol Agus Hidayat, Senin (29/1).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budayawan Cianjur, Luki Muharam mengatakan, Raden Suryakencana atau Eyang Suryakencana merupakan sosok gaib yang dipercaya bersemayam di Gunung Gede Pangrango, tepatnya di alun-alun Suryakencana.

Berdasarkan mitos yang beredar di masyarakat kaki Gunung Gede Pangrango, terutama warga Cianjur, sosok Raden Suryakencana merupakan anak dari pernikahan Raden Aria Wira Tanu atau yang lebih dikenal Dalem Cikundul (Pendiri Cianjur) dengan seorang Dewi Arum Sari.

“Dari pernikahan Dalem Cikundul lahir beberapa anak. Ada yang menyebutkan dua, ada punya yang mengatakan lebih. tapi yang lebih dikenal dua, yakni Raden Suryakencana dan Sukaesih,” kata Luki, Selasa (30/1/2024).

Oleh sang kakek yakni Syeh Zubaedi, Raden Eyang Suryakencana ditempatkan di Gunung Gede Pangrango. Sedangkan adiknya, ditempatkan di Gunung Ciremai.

Eyang Suryakencana pun disebut-sebut memiliki istana gaib di Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango.

“Nama singgasananya ialah Leuit Salawe Jajar, berupa tempat penyimpanan padi yang berjejer dan terdapat istana juga di sana. Kalau kebetulan, bisa melihat istana gaib tersebut,” kata dia.

Menurut Luki, sosok Raden Suryakencana begitu dihormati oleh masyarakat Cianjur.

“Bahkan dalam setiap event besar di Cianjur pun dipercaya sosok tersebut kerap hadir. Bahkan karena keberadaannya, Gunung Gede Pangrango pun dianggap sakral,” kata dia.

Dia menambahkan banyak tempat yang dianggap sebagai patilasan Raden Suryakencana di kawasan Gunung Gede Pangrango.

“Ada 17 lokasi yang disebut sebagai patilasannya. Kalau makam jelas tidak ada, karena kan sosoknya juga bukan manusia,” kata dia.

Namun, dia berharap dengan keberadaannya masyarakat tidak melakukan hal negatif.

“Kita hormati keberadaannya, apalagi setiap cerita atau babad Cianjur sosok Raden Suryakencana kerap muncul dan diceritakan. Tapi jangan sampai mengarah hal negatif,” pungkasnya.

—–

Artikel ini telah naik di detikJabar.

Simak Video “Teka-teki Sosok Putih di Balik Kebakaran Gunung Gede”[Gambas:Video 20detik](wsw/wsw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *