Gunung Fuji yang Cantik Itu Berbayar dan Batasi Pendaki

Jakarta

Gunung yang menjulang tinggi di daratan Jepang Gunung Fuji akan memungut biaya mendaki hingga pembatasan pengunjung. Tujuannya, mengurangi sampah.

Mulai 1 Juli 2024, Jepang membatasi jumlah pendaki ke Gunung Fuji, hanya 4.000 orang per hari. Dilansir dari euronews, Sabtu (27/1/2024) langkah itu diambil sebagai upaya mengurai kemacetan di gunung. Ya, Jepang berhadapan dengan masalah overtourism.

Gunung Fuji mengalami lonjakan jumlah pengunjung yang menimbulkan kekhawatiran akan sampah dan keselamatan pendaki. Untuk membantu membersihkan gunung dan melestarikan lingkungannya, pihak berwenang Jepang akan memberlakukan biaya dan batasan pengunjung harian di sepanjang jalur paling populer.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pesona Gunung Fuji yang merupakan gunung tertinggi di Jepang tidak pernah kehilangan pesonanya. Yuk, intip foto-foto terkininya. Foto: Getty Images

Jalur Yoshida adalah pendakian paling populer berkat aksesnya yang mudah dari Tokyo dan banyaknya pondok gunung dalam perjalanan yang menawarkan akomodasi dan makanan. Jalur ini mengalami lonjakan pengunjung dan keramaian ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Pada tahun 2023, total 221.322 pendaki mendaki Gunung Fuji, dengan lebih dari setengahnya memilih menggunakan jalur Yoshida. Lonjakan pengunjung menyebabkan penumpukan sampah di sepanjang jalan serta kemacetan jalan yang mengakibatkan kecelakaan dan cedera.

Juga banyak pendaki pemula yang mencoba ‘peruntungannya’ di jalur ini.

Gunung Fuji akan terapkan biaya masuk

Pemerintah prefektur Yamanashi di Jepang, yang mengawasi aktivitas pendakian di Gunung Fuji, yang merupakan situs Warisan Dunia UNESCO, menganggap perlu untuk menerapkan tarif untuk melindungi lingkungan.

Pemerintah juga menerapkan batasan harian hanya 4.000 orang per hari mulai 1 Juli tahun ini. Pendaki juga dilarang memulai pendakian antara pukul 16.00 hingga 02.00.

Saat ini para pejabat belum mengungkapkan berapa besar biaya yang harus dibayarkan pendaki untuk mendaki Gunung Fuji. Namun, mereka mengatakan jumlahnya akan diumumkan pada bulan Februari.

Sebelumnya, pengelola Gunung Fuji telah menerapkan sistem donasi sukarela sejak 2014. Para pendaki diminta untuk menyumbangkan uang sebesar 1000 yen (Rp 122 ribu). Karena pendaki tidak wajib berdonasi, jadi hanya 50 persen pendaki yang melakukannya.

Namun kesadaran menjaga Gunung Fuji makin meningkat. Pada tahun 2021, terjadi kenaikan jumlah pendaki yang sukarela memberikan sumbangan. Yaitu sebanyak 67,2 persen di jalur Yamanashi dan 67,4 persen di jalur Shizuoka.

Simak Video “Gunung Fuji Jepang Darurat Overtourism”[Gambas:Video 20detik](sym/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *