Fakta-fakta Sejarah Akhir Perang Dunia II di Film Oppenheimer

Jakarta

Sejak film Oppenheimer karya Christopher Nolan dirilis, banyak traveler jadi mengetahui fakta-fakta terkait sejarah akhir Perang Dunia II. Apa saja?

Julius Robert Oppenheimer adalah seorang fisikawan terkenal yang dikenal sebagai ‘Bapak Atom Dunia’ dan juga kepala Laboratorium Nasional di Los Alamos.

Oppenheimer lahir di New York City pada tahun 1904. Dia telah menunjukkan bakat akademik sejak kecil. Oppenheimer mendapatkan gelar sarjana dari Universitas Harvard dan melanjutkan studinya di Universitas Cambridge di Inggris dan Universitas Göttingen di Jerman.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak fakta-fakta sejarah yang digambarkan dalam film Oppenheimer berikut ini:

1. Dimulai saat Perang Dunia II

Selama Perang Dunia II, perlombaan senjata mencapai puncaknya. Berbagai negara berlomba-lomba membuat senjata yang paling kuat dan paling mematikan. Pesawat tempur, kapal perang, tank, senjata api, dan senjata nuklir yang pada akhirnya berdampak pada sejarah dan geopolitik dunia.

2. Manhattan Project

Dengan pengembangan bom atom pertama di dunia, ini adalah salah satu peristiwa yang paling mengubah abad ke-20. Amerika Serikat memulai proyek Manhattan pada tahun 1941 untuk mengembangkan dan meneliti senjata nuklir.

Pada tahun 1942, Oppenheimer diangkat menjadi direktur penelitian. Akhirnya, proyek ini dilaksanakan di Los Alamos, Mexico, di mana Oppenheimer bertanggung jawab atas lebih dari 3000 anggota timnya.

3. Uji Trinity di Alamogordo

Uji Trinity atau Trinity Test, pertama kali dilakukan di Alamogordo pada 16 Juli 1945, setelah menjalani tiga tahun proses pembuatan. Ledakan Trinity menghasilkan ledakan besar yang mengeluarkan cahaya dan awan jamur raksasa naik ke langit.

4. Mempelajari Bahasa Sansekerta dan Kitab Suci Agama Hindu

Salah satu cuplikan film Oppenheimer yang paling terkenal berasal dari film dokumenter berjudul The Decision to Drop the Bomb tahun 1965. Video tersebut menampilkan wawancara Oppenheimer tentang uji coba bom nuklir pertama yang dia lakukan pada 16 Juli 1945 silam.

Oppenheimer mengatakan, “Beberapa orang tertawa, beberapa orang menangis, kebanyakan orang diam.” Menurut wired.com, Kutipan ini menunjukkan perasaan dan reaksi yang berbeda dari orang-orang yang terlibat dalam proyek yang menghasilkan bom atom pertama di dunia.

Hal ini juga merujuk pada sebuah baris dari Bhagavad Gita, sebuah kitab suci Hindu, yang membahas kekuatan alam semesta dan tanggung jawab yang menyertainya. “Kini akulah kematian, sang penghancur dunia,” ucap Oppenheimer dari kutipan Kitab Bhagavad Gita.

5. Ledakan yang mengubah dunia

Uji coba Trinity menandai awal era senjata nuklir yang mengubah sejarah dunia. Sebulan kemudian, bom buatan Oppenheimer ini menghanguskan Hiroshima dan Nagasaki. Hal tersebut menyebabkan banyak kerusakan dan kematian.

6. Oppenheimer menyesali perbuatannya

Oppenheimer merasa bersalah karena telah membunuh ratusan ribu orang dengan bom buatannya, pada akhirnya dia menyarankan agar senjata yang dia buat hanya digunakan untuk tujuan perdamaian. Namun sayangnya, keputusannya malah membuat pemerintah mempertanyakan kesetiaannya pada negara, dan akhirnya dia dipecat dari jabatannya.

7. Sebabkan Protes Dunia

Penemuan bom atom juga menimbulkan protes di seluruh dunia karena dampaknya yang merusak secara kemanusiaan dan lingkungan. Serangan nuklir di Hiroshima dan Nagasaki menghasilkan kematian massal dan kerusakan luas, memicu kekhawatiran akan potensi penggunaan ulang senjata nuklir dalam konflik masa depan.

Hal ini mendorong gerakan anti-nuklir di seluruh dunia dan perdebatan etis tentang pengembangan dan penggunaan senjata nuklir.

8. Berkaitan dengan kemerdekaan banyak negara

Pendapat bahwa jika bom atom buatan Oppenheimer tidak diluncurkan, peperangan masih terjadi hingga saat ini memang sering muncul dalam diskusi sejarah. Ini dikaitkan dengan perubahan politik global yang signifikan yang disebabkan oleh penggunaan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.

Setelah Jepang menyerah, banyak negara Asia, termasuk Indonesia, melihat peluang untuk mendeklarasikan kemerdekaan. Proses dekolonisasi terjadi di seluruh dunia, termasuk di Asia Tenggara, setelah kekalahan perang melemahkan kekuatan kolonial Jepang.

9. Terpikat dengan New Mexico

Di tahun 1942, Oppenheimer memilih Sekolah Peternakan Los Alamos di New Mexico untuk menjadi lokasi laboratorium rahasia Proyek Manhattan. Lokasi yang terpencil namun masih dapat diakses, serta keindahan alam dan pengalaman pribadi Oppenheimer di New Mexico, semuanya berperan dalam pemilihan lokasi tersebut untuk laboratorium rahasia.

10. Berujung Karir yang tidak berjalan mulus

Oppenheimer tetap berkarir di bidangnya setelah Perang Dunia II berakhir. Beliau terpilih sebagai Ketua Komisi Energi Atom AS. Saat itu, dia menolak pengembangan bom hidrogen yang memiliki kekuatan lebih kuat daripada bom atom yang dia buat, sehingga karirnya tidak berjalan dengan baik.

Dia dihukum karena tindakannya dianggap sebagai pengkhianatan. Terlepas dari kenyataan bahwa dia tidak bersalah, izinnya tetap dicabut pada tahun 1953, dan dia tetap menjadi pendidik sampai akhir hayatnya.

11. Los Alamos masih menjadi pusat penelitian terkemuka

Saat ini, Los Alamos masih menjadi pusat penelitian dan pengembangan ilmiah. Meskipun awalnya didirikan sebagai tempat rahasia, Los Alamos National Laboratory adalah salah satu laboratorium penelitian paling terkemuka di dunia. Los Alamos sendiri masih merupakan kota kecil dengan sekitar 12.000 warga. Los Alamos masih merupakan pusat penelitian ilmiah dan inovasi AS, meskipun tidak lagi menjadi tempat rahasia.

Los Alamos juga dipenuhi dengan pengunjung setelah adanya film Oppenheimer. Kebanyakan pengunjung tertarik pada lokasi yang terkait dengan sosok Oppenheimer. Pemerintah setempat mengatakan jumlah turis telah meningkat sejak awal dan akan meningkat hingga 68% pada tahun 2023. Sejak film Oppenheimer dirilis, lonjakannya meningkat tiga kali lipat.

Simak Video “Aroma Kemenangan Besar Oppenheimer di Oscar 2024”[Gambas:Video 20detik](wsw/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *