Destinasi Wisata Sejarah di Puri Agung Karangasem

Ni Made Nami Krisnayanti – detikTravel

Kamis, 21 Des 2023 07:01 WIB

Bali – Puri Agung Karangasem adalah salah satu bukti peninggalan Kerajaan Karangasem yang masih eksis menjadi destinasi wisata sejarah.

Puri Agung Karangasem adalah salah satu bukti peninggalan Kerajaan Karangasem yang masih eksis menjadi destinasi wisata sejarah. Gaya heritage berpadu dengan keindahan arsitektur membuat puri yang satu ini semakin indah.

Anak Agung Made Kosalia selaku ketua badan pengelola Puri Agung Karangasem menjelaskan bahwa pembangunan Puri Agung Karangasem dimulai oleh Ida A. A. Gde Djelantik (Stederhouder I). Pada akhir abad ke-19, pembangunan Puri Agung Karangasem dilanjutkan oleh Raja Ida A. A. Agung Anglurah Ketut Karangasem (Stederhouder II).

Puri Agung Karangasem merupakan sebuah peninggalan kerajaan berupa istana raja yang strukturnya masih utuh sampai sekarang. Puri Agung Karangasem terbilang puri yang sangat istimewa, hal ini karena arsitektur bangunan Puri Agung Karangasem memadukan 3 budaya yaitu China, Eropa, dan Bali.

Walaupun dahulu merupakan istana Kerajaan Karangasem, sekitar tahun 1970-an Puri Karangasem sudah mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan.

Unsur budaya China dapat traveler lihat dari sisi candi yang menggunakan Candi Gelung dan bagian ukiran pintu istana yang identik dengan bangunan China.

Budaya Eropa terlihat pada relief-relief pada tembok serta bagian atas bangunan. Terdapat hiasan berupa crown yang identik dengan Eropa. Unsur Bali dapat traveler temukan pada bentuk motif ukiran patung-patung yang banyak ada di Puri Agung Karangasem.

Hingga saat ini, taksu dari Puri Agung Karangasem tak pernah hilang. Struktur bangunannya pun masih dipertahankan sampai saat ini sebagai warisan wisata sejarah. Arsitektur yang unik membuat Puri Agung Karangasem memiliki banyak spot foto yang instagramable dan estetik. Terlebih konsep bangunannya yang masih nampak sama seperti awal pembangunan akan membuat foto Anda akan semakin indah.

Puri Agung Karangasem terletak di Jalan Sultan Agung, Karangasem, Kecamatan Karangasem, Kabupaten Karangasem, Bali. Untuk sampai ke sini traveler harus menempuh perjalanan sekitar 2 jam dari Kota Denpasar. Destinasi bersejarah ini buka setiap hari mulai pukul 07.00 – 19.00 WITA. Bagi traveler yang berkunjung akan dikenakan biaya masuk sebesar Rp 30.000/orang.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *