Cek! Aturan Baru Mendaki Gunung Everest

Kathmandu

Nepal mengumumkan syarat baru bagi pendaki menjelang musim pendakian Gunung Everest 2024. Apa itu?

Syarat baru buat pendaki itu adalah seluruh pendaki harus menyewa dan menggunakan chip pelacak yang dipakai selama pendakian.

“Perusahaan-perusahaan terkenal sudah menggunakannya, tapi sekarang sudah diwajibkan bagi semua pendaki,” ujar Direktur Departemen Wisata Nepal Rakesh Gurung seperti dikutip dari CNN Travel, Senin (4/3/2024).


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gurung menyebut chip pelacak itu digadang-gadang dapat mempersingkat waktu pencarian dan penyelamatan jika terjadi kecelakaan dalam pendakian.

Untuk menggunakan chip itu, pendaki diwajibkan membayar sekitar USD 10 sampai USD 15 atau sekitar Rp 157 ribu hingga Rp 253 ribu untuk masing-masing chip yang disewa. Chip dijahit ke jaket yang digunakan pendaki.

Setelah pendaki menyelesaikan perjalanannya, chip dikembalikan dan disimpan untuk pendaki lainnya.

Gurung menyatakan chip itu buatan Eropa. Chip itu menggunakan global positioning system (GPS) untuk berbagi informasi dengan satelit.

Biaya sewa chip itu tidak seberapa jika dibandingkan biaya perijinan pendakian Gunung Everest. Setiap pendaki yang akan memulai perjalanannya dari Nepal harus membayar USD 11 ribu atau sekitar Rp 172 juta untuk izin pendakian.

Selain itu, para pendaki harus menyiapkan dana untuk sewa atau pengadaan peralatan dan perlengkapan, makanan, oksigen tambahan, pemandu Sherpa, dan lainnya. Saat ini, untuk pendakian Gunung Everest dibutuhkan biaya total sekitar USD 35 ribu atau Rp550 juta.

Diperlukan waktu hingga dua bulan untuk menyelesaikan pendakian Gunung Everest. Biasanya, cuaca yang cocok untuk pendakian singkat berlangsung pada pertengahan Mei.

Tahun 2023, Nepal mengeluarkan rekor 478 izin pendakian Gunung Everest. Sebanyak 12 pendaki dilaporkan tewas dan lima orang dinyatakan hilang.

Pada awal Februari, Nepal juga menerapkan aturan baru. Bukan terkait keselamatan, tetapi kenyamanan pendaki.

Para pendaki Gunung Everest harus membawa pulang kotoran mereka sendiri. Pihak berwenang menyebut bahwa Gunung Everest sudah menyebarkan bau tak sedap belakangan ini.

Simak Video “Momen Sherpa Selamatkan Pendaki Malaysia yang Nyaris Mati di Everest”[Gambas:Video 20detik](fem/fem)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *