Bikin Geger Ada Ulat Beracun Tewaskan Manusia, Begini Faktanya

Jakarta, CNBC Indonesia – Baru-baru ini tengah heboh pemberitaan terkait ulat bulu beracun yang mematikan. Video yang beredar di media sosial Facebook itu menarasikan bahwa ulat bulu itu telah menewaskan 16 anak.

Lebih parahnya, ulat itu disebut bisa langsung mematikan hanya dalam waktu empat jam usai menyuntikkan racunnya. Seperti apa faktanya?

Mengutip dari CNNIndonesia.com (28/2), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat tidak panik merespons gegernya konten “ulat pembunuh manusia” tersebut. Kemenkes menyatakan hal ini merupakan hoaks yang tidak bisa dipertanggung jawabkan, serta tak jelas asal-usulnya.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, M Syahril mengatakan bahwa foto ulat yang tersebar dalam broadcast itu adalah ulat puss caterpillar atau ulat kucing atau ulat asp yang banyak ditemukan di wilayah selatan Amerika Serikat. Ulat ini dapat tumbuh dengan panjang sekitar 1 inci dan ditutupi oleh bulu berwarna abu abu dan oranye.

Ulat ini, kata dia, memang memiliki kelenjar racun yang terletak di dasar tubuh dan tersembunyi di antara bulunya yang lebat.

“Faktanya memang beracun, tapi tidak ada fakta yang menyebutkan kalau ulat ini bisa membunuh manusia. Hoaks itu,” kata Syahril dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (27/2).

Menurut dia, sengatan ulat ini dapat menimbulkan reaksi yang berbeda pada setiap orang. Sengatan ulat ini hanya berbahaya bagi orang yang menderita reaksi ekstrem terhadap gigitan serangga.

Syahril mengatakan, jika Anda terkena sengatan ulat berbulu ini, hal pertama kali harus dilakukan adalah mencuci area tubuh yang terkena sengatan dengan sabun dan air untuk mengurangi rasa sakit.

Anda juga disarankan menggunakan krim anti-gatal jika sengatan mulai terasa gatal.

“Segera ke dokter sekiranya ada alergi terhadap gigitan serangga atau jika dirasa gejala terasa lebih parah,” tegasnya.

[Gambas:Video CNBC](hsy/hsy) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *