Biar Aman, TransJakarta Pasang Belasan CCTV di Bus Listrik Terbaru

Jakarta

Keamanan dalam transportasi publik tengah menjadi sorotan. Pasalnya, terdapat banyak kejadian hilangnya barang dalam bus.

Hilangnya barang dalam bus diakui banyak terjadi oleh penumpang di salah satu Perusahaan Otobus (PO). Hal itu menggema setelah traveler bernama Widino Arnoldy yang dikenal dengan akun @Widino di X (dulu Twitter) meluapkan kekesalan setelah iPad miliknya hilang dalam perjalanan.

Naasnya, iPad yang terletak di dalam tas tersebut diganti dengan buku dan keramik. Sontak setelah viralnya cuitan tersebut, membuat warganet lain juga menuangkan ceritanya yang mirip-mirip. Salah satu akun X, @sariroti_coklat bahkan mengumpulkan cuitan netizen yang mengalami kasus serupa. Dalam utas itu, ia mengumpulkan 50 kasus pengakuan kehilangan di PO bus yang sama.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya saja yang terjadi oleh Dafa, yang mengisahkan laptopnya hilang dalam perjalanannya dari Salatiga menuju Jakarta pada Sabtu (19/11/2022). Selain Dafa, ada pula Defita juga yang kehilangan laptopnya dan menemui resleting tas miliknya telah dilem dan kesulitan untuk dibuka.

Menariknya, dari beberapa kejadian tersebut, laptop mereka sama-sama ditukar dengan buku folio oleh sang pencuri. Namun, ketika mereka ingin menelusuri kejadian hilangnya laptop mereka, CCTV dalam bus disebut telah rusak atau tidak dapat diakses.

Berbeda dengan itu, TransJakarta, sebagai moda transportasi dalam kota yang dikelola PT Transportasi Jakarta disebut memiliki 12 CCTV dalam 26 bus listrik yang baru diluncurkan pada Jumat (22/12/2023).

Welfizon Yuza selaku Direktur Utama PT Transportasi Jakarta yang mengelola TransJakarta, menyebut keamanan merupakan prioritas angkutannya.

“Ini dilengkapi dengan CCTV, ada 12 titik, jadi ada 12 titik CCTV yang ada di dalam,” ujarnya kepada wartawan di lokasi peluncuran bus listrik tersebut.

Bahkan keamanan yang diberikan bukan hanya lewat hadirnya CCTV di dalam bus, tetapi ada juga CCTV pada halte dan para petugas TransJakarta.

“Kemudian di halte-halte, di bus juga ada petugas-petugas kita,” terangnya.

“Iya (terjamin aman), jadi kita selalu mengutamakan kenyamanan, keselamatan dan juga keamanan dalam setiap perjalanan TransJakarta,” sambungnya.

Tak hanya keamanan terkait barang-barang saja, pihaknya pun menjelaskan pengawasan ekstra juga dilakukan untuk menghindari TransJakarta dimanfaatkan sebagai peraga kampanye ilegal. Hal itu lantaran beberapa waktu lalu terdapat moda TransJakarta yang ditempel dengan stiker kampanye.

“Kami juga menghimbau semua pelanggan TransJakarta dan masyarakat secara umum, TransJakarta ini adalah fasilitas publik jadi kita harus menjaga netralitasnya. Jangan ditempel alat peraga kampanye. Kami sudah melakukan berbagai upaya salah satunya setiap keluar dari depo semua unit kita itu dicek, sekarang di ujung-ujung koridor itu secara random dilakukan sweeping untuk melihat apakah ada tempelan-tempelan tertentu,” terangnya.

“Tapi yang paling penting adalah kita semua masyarakat dan semua pelanggan TransJakarta harus menjaga aset-aset publik termasuk TransJakarta untuk tidak dijadikan sebagai media atau tempat kampanye,” lanjutnya.

Simak Video “Geger Stiker Caleg Nempel di Kursi Penumpang Bus TransJ”[Gambas:Video 20detik](wkn/wsw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *