Benih Bantuan Mutu Jelek, Petani Padi Ladang di Flotim Beralih Gunakan Benih Lokal

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paul Kabelen

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA-Petani padi ladang di Desa Watotika Ile, Kecamatan Demon Pagong, Kabupaten Flores Timur mengeluhkan mutu bibit padi tidak produktif bantuan pemerintah. Mereka beralih mengunakan benih lokal yang tumbuh lebib baik.

Salah satunya disampaikan Goris, petani lanjut usia yang ditemui sedang beristirahat di pinggir Jalan Trans Flores Larantuka-Maumere, Senin, 18 Desember 2023.

“Bibitnya tidak produktif. Tumbuh baik tapi hasilnya (panen) sangat kurang,” katanya kepada wartawan.

Goris mengaku hasil panen jauh dari harapan, belum lagi serangan beragam jenis hama dan dampak perubahan iklim yang terus melanda tanamannya.

Baca juga: KPP Pratama Maumere Validasi Pemotongan dan Pemungutan Pajak Dana Desa se-Flores Timur

“Kurang lebih dua tahun tidak ada lagi bibit bantuan. Tapi, saya lebih andalkan benih lokal karena hasilnya lebih bagus,” pungkasnya.

Kemudian, kata Goris, terjadi pergeseran musim tanam hingga dua bulan. Biasanya terjadi pada awal atau akhir November, namun saat ini curah hujan sangat sulit diprediksi.

Dia berharap kepada pemerintah daerah  memperhatikan nasib petani, apa lagi saat ini harga beras masih mahal.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Flores Timur, Sebas Sina Kleden, mengimbau petani untuk mengandalkan benih lokal jika hasilnya lebih bagus.

Baca juga: Pastor Recikan Air Suci ke Rumah dan Umat Paroki Weri Flores Timur Jelang Perayaan Natal.

“Kalau itu maka kurang unggul, jangan dipakai jenis itu (bibit bantuan),” katanya melalui sambungan telepon.

Menurutnya, ukuran produktifitas bukan hanya tentang benih, tetapi pembersihan lahan dan pemupukan.

“Jadi bukan hanya benih. Kalau masih punya benih lokal, pakai saja benih itu. Itu juga produksi baik dan tahan penyakit. *

Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *