Bangun Banyak Infrastruktur, Rapor Logistik Jokowi Kok Turun Tingkat?

Jakarta, CNBC Indonesia – Performa logistik di era Presiden Joko Widodo dinilai kedodoran, meskipun pembangunan infrastruktur konektivitas telah dibangun di seluruh wilayah Indonesia.

Riset Lembaga Penyelidikan dan Ekonomi Masyarakat (LPEM) UI mengungkapkan Logistics Performance Index (LPI) Bank Dunia menempatkan Indonesia pada peringkat 53 dengan skor 3,08 pada 2014, saat Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“(Kini) Skor LPI Indonesia terkini dilaporkan sebesar 3,0 pada tahun 2023 menempatkan Indonesia pada peringkat 63 dari 139 negara,” tulis LPEM dalam risetnya, Selasa (6/4/2024).

LPI Indonesia anjlok 17 peringkat dari peringkat 46 (2018) menjadi 63 (2023) dengan penurunan skor dari 3,15 menjadi 3,0. Meskipun LPI menunjukkan skor yang memburuk antara tahun 2018 dan 2023, waktu tunggu (dwelling time) di pelabuhan-pelabuhan besar, seperti Belawan, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjut Perak, dan Makassar justru mengalami penurunan.

LPEM menilai dua kemungkinan yang memicu penurunan ini. Pertama, perkembangan selama periode lima tahun, 2018 – 2023 hampir tidak ada pengaruhnya dalam meningkatkan kinerja logistik.

Kedua, perbaikan kinerja logistik akibat pembangunan infrastruktur pada masa pemerintahan Presiden Jokowi masih belum terealisasi.

Adapun, skor LPI ini tidak hanya dapat menggambarkan kinerja logistik suatu negara, tetapi juga dapat menjadi salah satu pertimbangan investor untuk mengembangkan bisnisnya di Indonesia.

Foto: Kinerja Logistic Performance Index (LPI) Indonesia. (Dok. Bank Dunia, LPEM UI)Kinerja Logistic Performance Index (LPI) Indonesia. (Dok. Bank Dunia, LPEM UI)

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


PR Presiden Pengganti Jokowi Jadikan RI Negara Maju di 2045


(haa/haa) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *