Awal Ramadan Pas Nyepi, Umat Islam Bali Diimbau Salat Tarawih di Rumah

Denpasar

Awal Ramadan yang jatuh tepat pada Perayaan Nyepi membuat umat Islam di Bali diimbau untuk salat Tarawih di rumah saja.

Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali mengeluarkan seruan bersama terkait pelaksanaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1946. Hari Raya Nyepi jatuh pada Senin (11/3/2024), yang mana pelaksanaan awal puasa Ramadan 1445 juga diperkirakan jatuh pada hari yang sama.

Ketua FKUB Provinsi Bali Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet mengimbau umat Muslim di Bali untuk melaksanakan salat tarawih di masjid terdekat atau di rumah masing-masing selama Hari Raya Nyepi berlangsung.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Umat Islam melaksanakan salat tarawih di rumah ibadah terdekat dengan berjalan kaki atau di rumah masing-masing dan tidak menggunakan pengeras suara serta menggunakan lampu penerangan yang terbatas,” tulis Sukahet dalam seruan bersama itu yang diterima detikBali, Selasa (5/3/2024).

Ia juga meminta kepada majelis-majelis agama dan lembaga sosial keagamaan serta instansi terkait untuk menyosialisasikan seruan tersebut kepada seluruh umat beragama di Bali.

“Seluruh masyarakat wajib menaati seruan bersama ini,” imbuhnya.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali Ismoyo Soemarlan telah menyosialisasikan mengenai seruan bersama perayaan Hari Raya Nyepi yang disampaikan oleh FKUB.

“Iya pakai surat itu kami sebarkan ke ormas-ormas. Kami sebarkan ke MUI kabupaten/kota,” ujar Ismoyo.

MUI, lanjutnya, meminta masyarakat yang ingin salat tarawih di masjid untuk menyesuaikan aturan dari desa adat setempat. Tetapi, MUI mengimbau masyarakat agar salat di rumah masing-masing saat Hari Raya Nyepi berlangsung.

“Imbauan kami dari MUI koordinasi dengan desa setempat kalau desa setempat tidak mengizinkan ya mengikuti, jangan ada perlawanan,” tuturnya.

Tahun ini, kata Ismoyo, MUI lebih memperkuat komunikasi kepada masyarakat dan aparat desa setempat agar kejadian tahun lalu di Sumber Klampok, Buleleng, tidak terulang kembali.

“Kalau kami koordinasi dengan daerah setempat, sebenarnya Sumber Klampok itu sudah (disosialisasikan). Tapi sepertinya ada miskomunikasi itu yang harus diperbaiki lagi,” jelas Ismoyo.

——-

Artikel ini telah naik di detikBali.

Simak Video “Mahfud Minta Umat Islam Indonesia Melebur, Tak Berkiblat ke Timur Tengah”[Gambas:Video 20detik](wsw/wsw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *