Apindo Bikin Program Pengusaha Mengajar, Ini Tujuannya

Jakarta, CNBC Indonesia – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menargetkan ada 1.000 pengusaha yang menjadi mentor untuk menghadirkan calon-calon entrepreneur baru. Dengan begitu, dunia usaha pun mampu berkontribusi untuk mencapai target Indonesia Emas di 2045.

Pengusaha diharapkan mampu memberikan mentoring seputar pengembangan softskill dan hardskill. Program ini juga menanamkan nilai, antara lain karakter, mindset, leadership, entrepreneurship, dan komunikasi.

Wakil Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo Darwoto menjelaskan Gerakan Pengusaha Mengajar direncanakan sejak Oktober 2023. Gerakan ini melibatkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Kementerian Ketenagakerjaan, dan Kementerian Perindustrian.

“Gerakan ini merupakan gerakan mengajak lebih banyak pengusaha yang bergabung dalam organisasi pengusaha Apindo maupun organisasi sektor lain untuk berperan dalam menyiapkan generasi di era Indonesia emas di 2045,” ungkap dia dalam Kick Off Pengusaha Mengajar & HUT APINDO ke-72 Tahun, Rabu (31/1/2024).

Selain itu, Pengusaha Mengajar juga menyiapkan program pemagangan baik bagi guru, dosen, maupun para siswa untuk melaksanakan magang.

“Tentu ini bukan pekerjaan yang mudah. Ini perlu dukungan dari kita semua dan saya harap seluruh jajaran pengurus Apindo di Indonesia dapat kerja sama melaksanakan gerakan Pengusaha Mengajar ini,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Apindo Shinta Widjaja Kamdani menyebut bahwa program ini merupakan kontribusi dari para pengusaha bagi dunia pendidikan. Khususnya bagi link and match antara dunia industri dan dunia pendidikan.

Dia menegaskan, link and match sangat penting sebab industri harus mampu menyerap SDM dari bidang pendidikan.

“Kita tahu bahwa link and match sangat penting, bahwa apa yang dihasilkan dari pendidikan harus bisa diserap oleh dunia industri. Kami melihat bahwa dengan Pengusaha Mengajar, konsepnya tidak hanya pengusaha bisa masuk kelas untuk mengajar, tapi juga bisa melakukan mentoring maupun membuka kesempatan dengan lebih banyak membuka sekolah vokasi di kawasan industri maupun di lokasi tempat mereka bekerja,” papar Shinta.

Di samping itu, dengan program Pengusaha Mengajar, dia juga berharap bisa memberikan kesempatan para pelaku usaha menjalin kerja sama dengan sekolah vokasi.

“Jadi kami lihat kerja sama pentahelix sangat penting dengan berbagai kementerian terutama kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Perindustrian, dan Kemdikbud Ristek. Saya rasa banyak pengusaha yang masuk dalam sektor pendidikan. Jadi kami merasa SDM Indonesia penting dan untuk menjadi SDM unggul adalah pilar utama untuk mencapai Indonesia Emas 2045,” pungkas Shinta.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


APINDO Kantongi Banyak Rekomendasi ke Capres 2024! Ini Isinya


(rah/rah) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *