90 Detik Jelang JAL Terbakar Hebat, 379 Penumpang Berhasil Diselamatkan

Tokyo

Pesawat Japan Airlines (JAL) terbakar setelah tabrakan. Ratusan penumpang selamat dalam evakuasi yang hanya memiliki waktu 90 detik

Kejadian ini bermula dari JAL penerbangan 516 lepas landas dari Bandara New Chitose di Sapporo, Prefektur Hokkaido menuju Bandara Haneda di Tokyo, menurut NHK. Di dalamnya, terdapat sekitar 400 penumpang dan kru.

Menurut situs pelacakan penerbangan, FlightAware, pesawat tersebut adalah Airbus A350-900. Pesawat itu bertabrakan dengan pesawat Penjaga Pantai Jepang (Japan Coast Guard) saat mencoba mendarat.


ADVERTISEMENT


SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada korban tewas

Dari kejadian tersebut, lima dari enam orang yang berada di dalam pesawat lainnya dilaporkan tewas. Pada selasa malam pukul 17.47 waktu setempat (03/47 WIB).

Lima awak pesawat tewas di pesawat yang dioperasikan JCG. Pesawat itu diduga merupakan pesawat De Havilland Canada DHC-8. Dikabarkan bahwa kapten pesawat berada dalam kondisi kritis.

Evakuasi 90 detik selamatkan ratusan penumpang

Di sisi lain, JAL mengangkut banyak penumpang dan kru pesawat. Beruntung JAL yang mengoperasikan Airbus A350 tersebut berhasil mengevakuasi 379 orang dari dalam pesawat.

Melansir Business Insider, Rabu (3/1/2024), seorang pakar keselamatan penerbangan di Cranfield University di Inggris, Graham Braithwaite, mengatakan bahwa desain pesawat dan tingkat pelatihan staf yang tinggi di maskapai penerbangan tersebut kemungkinan besar merupakan kunci untuk menghindari bencana.

Braithwaite mengatakan bahwa di bawah peraturan keselamatan, para perancang pesawat harus menunjukkan bahwa pesawat dapat dievakuasi dalam waktu 90 detik dengan hanya 50 persen pintu keluar yang tersedia jika terjadi kecelakaan.

Namun, katanya, hal ini tidak memperhitungkan kepanikan yang melanda sebuah pesawat dan waktu ekstra yang dibutuhkan penumpang yang rentan, seperti anak-anak dan orang tua, untuk sampai ke tempat yang aman.

“Ingatlah bahwa tes semacam itu tidak dilakukan di lingkungan yang penuh tekanan (seperti kecelakaan hari ini),” katanya tentang aturan 90 detik.

Dalam situasi tersebut, katanya, kinerja kru pesawat dalam mengevakuasi penumpang sangat mengesankan, dengan tidak ada korban jiwa dan hanya 17 penumpang yang mengalami luka ringan.

Lima dari mereka yang berada di dalam pesawat Penjaga Pantai tewas, dan satu orang mengalami luka parah.

Tak hanya Braithwaite, pakar keamanan penerbangan juga menyebutnya sebagai sebuah keajaiban setelah semua orang di pesawat JAL berhasil selamat.

“Ini tidak hanya menunjukkan tindakan luar biasa dari para kru, tetapi juga para penumpang sendiri untuk dapat mengeluarkan sebanyak itu orang dari pesawat secepat itu sebelum pesawat benar-benar dilalap api,” ujar Profesor Penerbangan di Colorado Metropolitan State University of Denver, Jeffrey Price.

“Keajaiban yang lebih besar adalah para penumpang tetap tenang dan tidak panik, yang hanya akan menimbulkan lebih banyak kekacauan dan korban jiwa,” katanya.

Price mengatakan bahwa meskipun ada unit penyelamatan pesawat dan pemadam kebakaran di bandara, dibutuhkan waktu hingga tiga menit atau lebih sebelum petugas tanggap darurat tiba di lokasi kejadian.

“Dibutuhkan sekitar 90 detik bagi api untuk membakar badan pesawat,” katanya.

“Berdasarkan angka-angka tersebut, penumpang dan kru pesawat cukup banyak yang harus berjuang sendiri untuk satu hingga dua menit pertama dalam keadaan darurat sebelum bantuan bisa tiba,” pungkasnya.

Simak Video “Fakta-fakta Pesawat Japan Airlines Tabrakan dan Terbakar di Bandara Haneda”[Gambas:Video 20detik](wkn/wsw)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *