9 Update Perang Gaza, Putin Undang Hamas-Ancaman Ramadan ‘Berdarah’

Jakarta, CNBC Indonesia – Eskalasi di wilayah Gaza, Palestina, terus meruncing. Ini disebabkan langkah Israel yang menyerang wilayah itu dengan membabi buta di atas dalih bahwa pihaknya sedang menghancurkan milisi Hamas, yang menyerbu Israel Selatan pada tanggal 7 Oktober 2023 lalu.

Korban terus berjatuhan dan dunia pun terus merespons dengan mendesak adanya gencatan senjata di Gaza.

Berikut perkembangan terbarunya sebagaimana dihimpun CNBC Indonesia dari berbagai sumber, Senin (19/2/2024):

1. Sidang ICJ Digelar

Mahkamah Internasional (ICJ) akan segera membuka sesi dengar pendapat bersejarah mengenai legalitas pendudukan Israel selama 57 tahun di wilayah Palestina. Ini terjadi saat Tel Aviv meluncurkan serangan terbarunya ke kantong Palestina, Gaza, yang membuat wilayah itu porak-poranda.

Kasus ini terpisah dari pengaduan genosida yang diajukan Afrika Selatan ke ICJ terhadap Israel atas dugaan pelanggaran dalam perang yang sedang berlangsung. Persidangan ini berfokus pada pendudukan Israel di Tepi Barat, Gaza, dan Yerusalem Timur sejak tahun 1967.

Palestina menginginkan ketiga wilayah tersebut untuk menjadi negara merdeka. Perwakilan Palestina, yang akan memberikan pidato pertamanya pada hari Senin (19/2/2023), akan berpendapat bahwa pendudukan Israel adalah ilegal karena telah melanggar tiga prinsip utama hukum internasional.

Mereka mengatakan Israel telah melanggar larangan penaklukan wilayah dengan mencaplok sebagian besar wilayah yang diduduki, melanggar hak warga Palestina untuk menentukan nasib sendiri, dan menerapkan sistem diskriminasi rasial dan apartheid.

“Kami ingin mendengar kata-kata baru dari pengadilan,” kata Omar Awadallah, kepala departemen organisasi PBB di Kementerian Luar Negeri Palestina kepada Al Jazeera.

“Mereka harus mempertimbangkan kata genosida dalam kasus di Afrika Selatan,” katanya, mengacu pada kasus terpisah yang diajukan ke pengadilan. “Sekarang kami ingin mereka mempertimbangkan apartheid.”

Setelah Palestina menyampaikan argumen mereka, 51 negara dan tiga organisasi, Liga Negara-negara Arab, Organisasi Kerjasama Islam, dan Uni Afrika akan berbicara kepada para hakim di Aula Besar Kehakiman ICJ yang berlokasi di Den Haag, Belanda, itu.

Israel tidak akan menyampaikan argumen lisan. Walau begitu, mereka sudah mengirimkan observasi tertulis.

2. Mesir Bangun Tembok Misterius

Mesir dilaporkan sedang membangun tembok “misterius” di dekat Jalur Gaza. Negeri itu meratakan tanah di dekat perbatasannya dengan wilayah kantong Palestina itu menjelang rencana serangan Israel yang menargetkan kota perbatasan Rafah.

Mengutip Associated Press, hal ini terlihat dari gambar satelit yang beredar sejak pekan lalu. Namun hingga kini Mesir tak kunjung memberi komentar secara terbuka, mengakui pembangunan tersebut.

“Citra satelit … diambil Maxar Technologies,” tulis media Amerika Serikat (AS) itu, dikutip Senin (19/2/2024).

“Menunjukkan pembangunan tembok yang sedang berlangsung, yang terletak di sepanjang Jalan Sheikh Zuweid-Rafah sekitar 3,5 kilometer sebelah barat perbatasan dengan Gaza,” tambahnya.

“Gambar-gambar tersebut menunjukkan derek, truk, dan penghalang beton pracetak dipasang di sepanjang jalan,” jelasnya lagi.

Citra satelit tersebut juga diklaim sesuai dengan fitur yang terlihat dalam video yang dirilis oleh Sinai Foundation for Human Rights yang berbasis di London pada 12 Februari. Video tersebut menunjukkan derek mengangkat dinding beton ke tempatnya di sepanjang jalan.

“Pembangunan tersebut dimaksudkan untuk menciptakan kawasan dengan keamanan tinggi dan terisolasi di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza, sebagai persiapan untuk penerimaan pengungsi Palestina jika terjadi eksodus massal,” kata yayasan tersebut dikutip dari laman yang sama.

Bukan hanya itu, citra dari Planet Labs PBC di area tersebut juga menunjukan demikian. Sejumlah kru tampak merupakan pekerja konstruksi dan tengah meratakan dan membersihkan tanah untuk tujuan yang tidak diketahui.

The Wall Street Journal, yang mengutip pejabat Mesir yang tidak mau disebutkan namanya, menggambarkan “sebuah bangunan berdinding seluas 20 kilometer (km) persegi” sedang dibangun. Ini dapat menampung lebih dari 100.000 orang.

3. AS Bombardir Yaman

AS kembali membombardir wilayah Yaman. Dalam pernyataan terbarunya, dikutip AFP, Senin (19/2/2024), pasukan AS mengatakan telah melakukan lima serangan ke sistem senjata kelompok penguasa negeri itu, Houthi.

Serangan dilaporkan terjadi pukul 15.00 hingga 20.00 Sabtu waktu setempat. Lima area dihujani serangan termasuk area penyimpanan UUV (kapal bawah air tak berawak) Houthi, yang pertama digunakan Oktober.

Tiga serangan lain menyasar rudal jelajah anti-kapal bergerak. Sementara satu lagi diarahkan ke kapal permukaan tak berawak (USV), yang merupakan drone terapung.

“Ini merupakan bagian dari serangkaian tindakan yang dilakukan AS dan sekutunya terhadap Houthi, yang ditujukan dalam menghentikan serangan berulang-ulang pemberontak yang didukung Iran itu terhadap jalur pelayaran Laut Merah,” kata Komandan Pusat AS, CENTCOM.

“CENTCOM mengidentifikasi … dan menyimpulkan bahwa rudal-rudal tersebut merupakan ancaman nyata terhadap kapal Angkatan Laut AS dan kapal dagang di wilayah tersebut … serangan bertujuan membuat perairan internasional lebih aman,” tambahnya lagi.

Diketahui, serangan Houthi di kawasan Laut Merah menjadi salah satu tanda meluasnya konflik di Timur Tengah sejak pecahnya perang antara Israel dan Hamas pada 7 Oktober 2023. Kelompok Houthi mengatakan serangan mereka merupakan bentuk solidaritas terhadap warga Palestina ketika Israel menyerang Gaza.

Namun AS dan sekutunya menganggap mereka tidak pandang bulu dan merupakan ancaman terhadap perdagangan global Dihadapkan dengan meningkatnya kekerasan di Laut Merah, sebagian besar perusahaan pelayaran besar telah meninggalkan jalur perdagangan penting tersebut dan beralih ke rute yang lebih panjang di sekitar Afrika.

4. Putin Undang Hamas ke Rusia

Rusia dilaporkan telah mengundang Hamas ke Moskow. Undangan ini dilakukan untuk melakukan pembicaraan mengenai perang Israel-Hamas dan isu-isu lain di Timur Tengah.

Wakil Menteri Luar Negeri Mikhail Bogdanov mengatakan hal ini, sebagaimana dimuat TASS. Pembicaraan akan dilakukan tanggal 29 Februari.

Meski demikian, Rusia sebenarnya mengundang sekitar selusin kelompok Palestina lain untuk melakukan pembicaraan “antar-Palestina”. Faksi Fatah, yang menguasai Tepi Barat juga dikirimi undangan.

“Kami mengundang seluruh perwakilan Palestina- semua kekuatan politik yang mempunyai posisi masing-masing di berbagai negara, termasuk Suriah, Lebanon, dan negara-negara lain di kawasan ini,” kata Bogdanov, yang merupakan utusan khusus Presiden Vladimir Putin untuk Timur Tengah, dikutip Senin (19/2/2024).

Moskow diketahui telah bertahun-tahun berusaha menjalin hubungan baik dengan semua pemain utama di kawasan Timur Tengah. Namun belakangan Rusia semakin kritis terhadap Israel dan pendukung Baratnya di tengah perang yang sedang berlangsung di Gaza.

Putin bahkan telah menyerukan gencatan senjata. Moskow telah berulang kali mengkritik tindakan Israel di Jalur Gaza sejak serangan 7 Oktober.

Pernyataan publik tersebut pun, ditambah dengan kemitraan Rusia dengan Iran dan Hamas. Ini disebut telah memperburuk hubungan Rusia-Israel sejak konflik tersebut pecah.

5. Jumlah Korban

Setidaknya 107 orang tewas dalam serangan Israel di Gaza dalam 24 jam terakhir, menjadikan jumlah korban jiwa menjadi 29.092 sejak 7 Oktober, menurut Kementerian Kesehatan Gaza.

Kementerian melalui saluran Telegramnya mengatakan total 69.028 orang lainnya terluka sejak Israel melancarkan kampanye dahsyatnya di Jalur Gaza.

“Pasukan Israel mencegah kru ambulans dan pertahanan sipil menjangkau beberapa orang yang terluka dan orang-orang yang berada di bawah reruntuhan,” katanya, seraya menambahkan bahwa “sembilan pembantaian” dilakukan terhadap keluarga-keluarga di Gaza dalam 24 jam terakhir.

6. Israel Beri Ancaman Baru

Pasukan Israel akan memperluas operasi militer di Rafah jika sandera yang ditahan oleh Hamas tidak dikembalikan pada awal Ramadan. Hal ini disampaikan menteri kabinet perang Benny Gantz pada hari Minggu.

Bulan suci umat Islam diperkirakan akan dimulai pada 10 atau 11 Maret. Ucapan Gantz tampaknya menjadi batas waktu paling jelas bagi aksi militer Israel di kota paling Selatan Gaza itu, di mana lebih dari 1 juta pengungsi Palestina berlindung di dekat perbatasan Mesir.

“Dunia harus tahu, dan para pemimpin Hamas harus tahu – jika pada bulan Ramadan para sandera kita tidak ada di rumah – pertempuran akan berlanjut hingga wilayah Rafah,” kata Gantz pada pertemuan organisasi-organisasi Yahudi Amerika di Yerusalem.

“Kami akan melakukannya secara terkoordinasi, memfasilitasi evakuasi warga sipil melalui dialog dengan mitra kami di Amerika dan Mesir untuk meminimalkan korban sipil.”

Israel mengatakan pihaknya berencana untuk memperluas operasi daratnya ke Rafah sebagai bagian dari tujuannya untuk menghancurkan Hamas setelah serangan 7 Oktober. Namun ada kekhawatiran yang berkembang bahwa sekitar 1,5 juta warga Palestina yang berlindung di sana tidak punya tempat tujuan.

“Kepada mereka yang mengatakan harga yang harus dibayar terlalu tinggi, saya mengatakan ini dengan sangat jelas: Hamas punya pilihan – mereka bisa menyerah, melepaskan sandera, dan warga Gaza akan bisa merayakan hari raya Ramadhan,” kata Gantz.

7. Israel Emosi ke Brasil

Israel pada Minggu mengatakan pihaknya memanggil duta besar Brasil untuk negara tersebut. Ini dilakukan atas pernyataan yang dianggap “memalukan dan serius” oleh Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva terhadap Tel Aviv.

Berbicara pada Minggu pagi di KTT Uni Afrika, Lula menyebut serangan Israel di Jalur Gaza sebagai “genosida.”

“Apa yang terjadi di Jalur Gaza dengan rakyat Palestina tidak ada bandingannya dalam sejarah. Memang, hal itu terjadi ketika Hitler memutuskan untuk membunuh orang-orang Yahudi,” katanya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan di X bahwa Lula meremehkan Holocaust dan mencoba merugikan orang-orang Yahudi dan hak Israel untuk membela diri. Ia juga mengatakan bahwa membandingkan Israel dengan Holocaust Nazi dan Hitler adalah tindakan yang melewati batas.

“Israel berjuang untuk pertahanannya dan mengamankan masa depannya hingga mencapai kemenangan penuh dan hal itu dilakukan sambil menjunjung hukum internasional,” tambahnya.

Israel telah berjanji untuk tidak menghentikan kampanyenya di Gaza sampai Hamas dihancurkan dan semua sandera yang tersisa dari kelompok tersebut telah dibebaskan. Ini menyusul serangannya pada tanggal 7 Oktober terhadap Israel.

8. Eropa Buka-bukaan Biang Kerok Konflik Israel-Palestina

Perwakilan Tinggi Uni Eropa untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Josep Borrell, menyebutkan bahwa mengatakan situasi di Tepi Barat yang diduduki Israel merupakan “hambatan nyata” bagi solusi dua negara terhadap konflik Israel-Palestina.

Berbicara di Konferensi Keamanan Munich, Josep Borrell mengatakan tingkat kekerasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat telah meningkat sejak serangan Hamas pada 7 Oktober dan belum cukup dibahas.

“Semua orang berbicara tentang mengakhiri perang di Gaza. Ya, kita harus mengakhiri perang di Gaza. Tapi tidak ada yang berbicara banyak tentang Tepi Barat,” katanya, seraya menekankan bahwa “Tepi Barat sedang mendidih.”

Borrell menambahkan bahwa dia yakin ada ruang bagi Eropa untuk mendukung solusi dua negara, namun untuk itu, katanya, Eropa harus lebih bersatu dan harus melibatkan Amerika Serikat.

9. AS Hantam Drone Bawah Air Houthi

AS mengatakan pihaknya melakukan lima serangan terhadap tiga rudal jelajah anti-kapal, satu kapal bawah air tak berawak dan satu kapal permukaan tak berawak milik kelompok pemberontak Houthi di Laut Merah pada hari Sabtu.

“Ini adalah pertama kalinya Houthi menggunakan kapal bawah air tak berawak sejak dimulainya serangkaian serangan baru-baru ini di wilayah tersebut,” menurut Komando Pusat AS, CENTCOM

“Sasaran-sasaran tersebut terlihat di wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman, dan AS menetapkan bahwa mereka merupakan ancaman nyata terhadap kapal-kapal Angkatan Laut AS dan kapal-kapal dagang di wilayah tersebut.”

Diketahui, dalam beberapa bulan terakhir, milisi penguasa Yaman, Houthi, melancarkan serangan terhadap kapal-kapal yang terafiliasi atau terkait dengan Israel dan sekutunya sebagai bentuk solidaritas terhadap milisi Palestina, Hamas, dan warga Gaza.

[Gambas:Video CNBC]


Artikel Selanjutnya


Perang Lawan Hamas, Israel Utus 100.000 Pasukan ke Dekat Gaza


(luc/luc) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *